Petugas Dikes Kunjungi Sekolah Cegah Penyebaran DBD

Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mengunjungi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan pencegahan penularan virus demam berdarah dengue (DBD). <p style="text-align: justify;">Kepala Puskesmas Barabai, Mutaqiah, didampingi dokter puskesmas, Shinta, di Barabai, Kamis, mengatakan, dengan mengunjungi lokasi penyebaran nyamuk termasuk sekolah, diharapkan akan mampu meminimalisir korban DBD yang kini mengalami peningkatan kasus hampir di seluruh daerah di Kalsel.<br /><br />Menurut Mutaqiah, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sangat penting, antara lain dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan juga rumah.<br /><br />"Caranya dengan melakukan 3M plus, yaitu mengubur sampah, menutup tempat penampungan air dan menguras penampungan air agar nyamuk tak berkembang biak," katanya.<br /><br />Menurut dia, kenapa PSN sangat penting untuk digalakkan dan ditekankan kepada masyarakat, karena sistem ini jauh lebih efektif dari pengasapan (fogging) yang hanya membunuh nyamuk dewasa.<br /><br />"Jika tidak ingin kena DBD, jaga selalu kebersihan lingkungan, sekolah dan rumah," katanya.<br /><br />Salah satu sekolah yang telah didatangi oleh tim dinas kesehatan adalah sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Barabai.<br /><br />Dihadapan ribuan siswa MTsN Barabai, Dokter Shinta menjelaskan bahaya jika terinfeksi virus dengue, yaitu Tubuh akan kekurangan cairan, sehingga harus banyak minum, jika memburuk harus dirawat untuk mendapatkan cairan tambahan.<br /><br />Kepala MTsN Barabai, Imansyah Mahlan, mengatakan, sebelumnya, ada enam siswa yang pernah dirawat di rumah sakit karena demam tinggi.<br /><br />"kalau kebersihan, tiap Jumat pagi rutin gotong royong bersih-bersih. mungkin ada yang tertular ditempat lain," katanya.<br /><br />Pada kesempatan itu, enam siswa MTSN Barabai menceritakan pengalaman masing-masing saat terinfeksi virus DBD. Mereka mengungkapkan rasa bagaimana virus yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypty mengancam nyawa.<br /><br />"Saya dirawat selama satu minggu di RS, tidak enak banget. Sangat menyiksa.<br /><br />Salah seorang siswa yang juga terinveksi DBD juga mengatakan, "saat badan panas, turun naik, tidak enak sekali, saya tidak bisa tidur," katanya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.