Petugas Supadio Gagalkan Penyeludupan 73 Paruh Enggang

Petugas keamanan (Aviation Security) Bandara Supadio Pontianak, kembali menggagalkan upaya penyelundupan 73 buah paruh burung Enggang Gading yang akan dikirimkan ke Jakarta melalui via ekspedisi pengiriman barang. <p style="text-align: justify;">"Aksi penyelundupan paruh burung Enggang Gading ini berhasil kami lakukan setelah petugas yang berada di bagian X-Ray menemukan adanya isi paket yang mencurigakan. Setelah adanya penemuan barang ilegal ini, kita langsung menghubungi pihak yang bersangkutan (BKSDA) untuk proses lebih lanjut," kata Didi Herdiansyah, Komanda Regu AVSEC Bandara Supadio di Sungai Raya, Rabu sore.<br /><br />Didi menyatakan penggagalan penyelundupan paruh burung Enggang Gading tersebut merupakan kali keempat yang dilakukan oleh pihaknya.<br /><br />Untuk mengantisipasi adanya penyelundupan, Didi mengatakan pengiriman barang harus sesuai SOP dan PTI (pemberitahuan tentang isi). Jika tak sesuai dengan isi maka barang akan di pulangkan kepada pengirim.<br /><br />"Namun sebaliknya, jika barang tersebut ilegal maka akan segera dilimpahkan kepihak atau instansi yang terkait," tuturnya.<br /><br />Sementara itu, Yusuf Bari, petugas pelaksana X-Ray di bandara Supadio Pontianak menyatakan, puluhan paruh burung Enggang Gading itu teridentifikasi oleh mesin X-Ray.<br /><br />"Kecurigaan itu mucul setelah dalam layar monitornya tampak terlihat sesuatu yang mencurigakan. Awalnya ketika saya memonitor X-Ray, kok ada makanan yang mencurigakan. Bentuknya bergelombang dan bagian bawahnya melengkung seperti sepatu "higheel" perempuan," tuturnya.<br /><br />Dikatakan Yusuf, setelah melihat barang yang mecurigakan itu, ia bersama petugas lain langsung membuka bungkusan berupa karung yang dalam daftar dokumennya menyebutkan makanan. Setelah dibuka, ternyata berisi dua kardus kecil yang ditumpuk dengan pakaian.<br /><br />"Pertama saya minta petugas ekspedisinya yang membuka, tetapi dia tidak mau. Saya pun memaksa untuk dibuka, dan ternyata berisi paruh burung enggang. Setelah dihitung berjumlah 73 butir," katanya.<br /><br />Menurut Yusuf, paket tersebut dikirim melalui ekspedisi TIKI ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda 507 dengan penerbangan pukul 16.00wib.<br /><br />"Kebetulan untuk sore ini paketan yang melalui terminal cargo tidak terlalu banyak, hanya sekitar 16 koli, jadi bisa langsung dideteksi,"katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.