PKL Bensin Ramai Jelang Rencana Kenaikan BBM

Pedagang kaki lima penjual eceran bensin di Banjarmasin dan sekitarnya belakangan makin ramai, seiring isu rencana kenaikan harga bahan bakar minyak. <p style="text-align: justify;">Pembeli bensin eceran pada pedagang kaki lima (PKL) itu, umumnya atau terbanyak para pengguna sepeda motor dan sebagian pengendar mobil, demikian dilaporkan, Jumat.<br /><br />Pasalnya pengendara sepeda motor tersebut malas mengantre di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), karena makan waktu lama, sementara keperluan cuma sekitar tiga liter.<br /><br />Sebagaimana pengakuan Syamha, untuk mengisi bensiun sepeda motor di SPBU, yang cuma memerlukan sekitar tiga liter, harus menunggu giliran satu jam lebih.<br /><br />"Masih untung, kalau sampai giliran mengisi, bensinnya masih ada di SPBU, tapi kalau pas habis, membuat hati jadi kesal, padahal sudah mengantre sekitar satu jam," ujar ayah dari dua anak itu.<br /><br />"Oleh karena itu, daripada mengantre selama satu jam dan sampai giliran mengisi, ternyata bensinnya habis, maka lebih baik beli di luar SPBU, dengan risiko harga agak mahal," demikian Syamha.<br /><br />Sementara Dewi, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, untuk keperluan sepeda motornya belakangan ini hampir tak pernah lagi mengisi bensin di SPBU, tapi beli eceran di PKL seharga Rp6.500/liter.<br /><br />Ketika mahasiswi Unlam itu bertanya, mengapa harga bensin mahal, pedagang tersebut dengan enteng menjawab, pihaknya juga membeli dengan harga yang sudah tinggi, yaitu Rp6.000/liter.<br /><br />"Pedagang bensin eceran PKL itu mengaku, dirinya mendapat jenis bahan bakar tersebut dari seseorang yang pakai mobil, yang disedot dari kendaraan roda empatnya," kutip Dewi.<br /><br />Seiring isu rencana kenaikan harga BBM, tak ada SPBU di Banjarmasin dan sekitarnya, tanpa antrean panjang kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, manakala masih tersedia bahan bakarnya.<br /><br />Sedangkan harga ecera bensin di luar SPBU, untuk daerah Banjarmasin dan sekitarnya, cukup bervariasi, yaitu perliter berkisar antara Rp6.000 – Rp7.000. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.