PLN Rayon Nanga Pinoh Batal Lakukan Pemadaman Bergilir

MELAWI – Rencana pemadaman listrik secara bergilir yang dijadwalkan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nanga Pinoh batal dilkukan. Hal tersebut setelah mendapatkan penjelasan dari kepala bidang teknis atau Suvervisor PLN Nanga Pinoh, Made Manik Ardinata, Rabu (13/2/2019).

Awalnya, sesuai dengan surat edaran yang tersebar dimana-mana serta di papan pengumuman PLN, jadwal pemadaman bergilir dijadwalkan sejak tanggal 13 hingga 19 Februari 2019 dengan alasan kurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina ke PLTD Sidomulyo ULP Nanga Pnoh. Sehingga membuat stok BBM di PLTD Sidomulyo menjadi kritis hingga tersisa untuk 2,5 hari saja. Yang mana belum ada kepastian pengiriman BBM dari pertamina ke PLTD.

“Jadi karena alasan tersebutlah guna menjaga ketahanan stok BBM, maka akan dilakukan pemadaman bergilir pada sistim kelistrikan Nanga Pinoh secara terjadwal. Pemadaman ini berakhir hingga ketahanan dan pasokan BBM kembali normal,” ungkpnya.

Namun tak lama kemudian, Made mengatakan bahwa hari ini juga Rabu 13/2) pemadaman tidak jadi dilakukan dan akan dilakukan penormalan kembali.

“Sesuai permintaan manager PLN Rayon Nanga Pinoh, pemadaman tidak jadi dan dilakukan penormalan kembali. Artinya tidak ada pemadaman bergiir lagi,” ungkapnya.

Saat ditanyai mengenai alasan mengapa tidak jadi dlakukan pemadaman secara berjadwal. Made mengatakan tidak ada disampaikan manager.

“Hanya saja Ia (manager,red) meminta dilakukan penormalan kembli karena persoalannya sudah beres,”ungkapnya.

Hal tersebut tentunya mengartikan persoalan pasokan BBM ke PLTD Nanga Pinoh sudah bisa terselesaikan, sehingga tidak dilakukan pemadaman bergilir. Ketika ditanya mengenai standar pasokan BBM yang disuplai Pertamina, Made tidak bisa menjawab.

“Itu saya tidak tau, yang tau manager dan ada bagiannya sendiri,” ucapnya.

Sebelumnya, upaya konfirmasi kepada Manager PLN Rayon Nanga Pinoh, Andrew, terkait persoalan pasokan BBM hingga menjadwalkan pemadaman bergilir sejak 13 hingga 19 Februari telah dilakukan, namun Ia hanya menjawab singkat seakan persoalan sudah terselesaikan. “Kami usahakan secepatnya normal,” jawabnya singkat.

Sementara ditanya mengenai mengapa suplai pasokan BBM dari pertamina ke PLTD Sidomulyo terhambat, tidak ada jawaban dari Andrew.

Sebelumnya, surat edaran yang sudah tersebar terkait pemadaman bergilir tersebut, menjadi keresahan warga. Sehingga membuat warga mempertanyakan apa yang menyebabkan suplai BBM dari Pertamina ke PLTD menjadi kendala, hingga membuat stok BBM kritis.

“Kita mungkin maklumi jika terjadi pemadaman bergilir karena pasokannya kurang. Namun harus jelas sampai kapan hingga membuat penyuplaian BBM dari pertamina ke PLTD menjadi terhambat. Itu harus punya alasan yang logis serta,” ungkap Eko.

Eko juga mengeuhkan terkait durasi serta jadwal pemadaman malam yang dijadwalkan PLN. Karena pemadaman sangat mengganggu aktivitas masyarakat, yang mana pada zaman sekarang semuanya sudah tergantung poada elektronik.

“Kalau memang terpaksa harus melakukan pemadaman, kita maklumi. Namun terkait durasi pemadaman yang cukup panjang, hingga 8 jam serta jadwal pemadaman malam, itu yang menjadi persoalan kita,” ujarnya.

Dengan batalnya pemadaman bergilir karena persoalan BBM dianggap sudah selesai tersebut, warga sangat bersyukur. Seperti yang disampaikan seorang warga Nanga Pinoh, Dedi. Ia berterima kasih kepada PLN karena bisa seceoat mungkin mencari solusi, dan Ia meminta PLN bisa menjaga pelayanan yang prima kepada masyarakat.

“Alhamdulillah tidak jadi pemadamannya. Mudah-mudahan PLN selalu ada solusi terhadap setiap persolan yang ada. Sehingga pelayanan yang baik kepada masyarakat bisa tetap dijaga,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.