PLN Targetkan Hemat Rp210 Miliar Di Sanggau

PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat menargetkan dapat menghemat 35 juta kilo liter bahan bakar minyak dari PLTU berkapasitas 2 x 3 Mega Watt yang akan dibangun di Desa Sungai Batu, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. <p style="text-align: justify;">"Nilainya setara dengan Rp210 miliar kalau harga BBM di kisaran Rp6 ribu per liter," kata General Manajer PLN Wilayah Kalbar Bambang Budiarto usai penandatanganan kontrak PLN dan PT ZUG Industri Indonesia mengenai pembangunan PLTU Sanggau, di Pontianak, Jumat (18/03/2011).<br /><br />Menurut dia, pengurangan biaya bahan bakar tersebut sangat membantu PLN untuk memperkuat biaya operasional. "Semakin cepat selesai, semakin banyak penghematan yang dilakukan PLN," kata dia.<br /><br />Ia menambahkan, selain di Sanggau, PLN juga tengah membangun PLTU berkapasitas 3 x 7 MW di Kabupaten Sintang.<br /><br />Bambang Budiarto mengatakan, rencana pembangunan PLTU tersebut membutuhkan waktu 20 bulan sampai 24 bulan. <br /><br />Pembangunan PLTU di Kabupaten Sanggau dilaksanakan oleh PT ZUG Industri Indonesia, sedangkan Sintang PT Adhi Karya.<br /><br />Biaya pembangunan PLTU Sanggau tersebut Rp218 miliar sedangkan di Sintang Rp357 miliar. "Total biayanya Rp575 miliar. Dananya dari PLN," kata Bambang Budiarto.<br /><br />Direktur Operasi PLN wilayah Indonesia Barat Harry Jaya Pahlawan menambahkan, pihak pelaksana berjanji dapat menyelesaikan proyek tersebut kurang dari 20 bulan. "Unit 1 ditargetkan masuk pada 14 bulan sampai 19 bulan," katanya.<br /><br />Ia melanjutkan, dengan semakin banyaknya pembangkit berbahan non BBM, akan menekan biaya operasional PLN di Kalbar.<br /><br />"Biaya produksi cukup tinggi di Kalbar, dan ini dapat menguranginya," kata Harry Jaya Pahlawan.<br /><br />Ia mengatakan, Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan juga sudah meminta agar lebih banyak dibangun pembangkit listrik skala kecil terutama di daerah yang sulit dijangkau.<br /><br />Selain itu, juga disepakati antara PLN dengan PT Suka Jaya Makmur Ketapang untuk pembelian energi listrik hasil kelebihan kapasitas dari perusahaan kelapa sawit tersebut.<br /> <br />"Besarannya 2,5 MW," kata Harry Jaya Pahlawan. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.