Polda Kalbar Mutasi Besar-Besaran Pejabat

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Selasa, melakukan mutasi besar-besaran terhadap pejabat di jajaran institusi tersebut demi penyegaran organisasi. <p style="text-align: justify;">"Mutasi jabatan merupakan hal biasa dalam pengembangan organisasi guna penyegaran," kata Sukrawardi Dahlan seusai memimpin upacara serah terima beberapa pejabat utama di lingkungan Polda Kalbar.<br /><br />Ia berharap, dengan dilakukan mutasi dan rotasi dalam tubuh organisasi Polda Kalbar bisa berdampak positif bagi pelayanan polisi terhadap masyarakat.<br /><br />"Kami berharap dengan adanya penambahan struktur baru seperti Direktorat Reserse Khusus, PAM Obvit dan Direktorat Polisi Perairan hendaknya dijadikan motivasi anggota polisi dalam melaksanakan tugasnya mengabdi pada masyarakat, bangsa dan negara," ujarnya.<br /><br />Adapun pejabat utama di Polda Kalbar yang dimutasi, yakni Kepala Bidang Humas Polda Kalbar AKBP Suhadi Siswo Wibowo diganti oleh AKBP Mukson Munandar jabatan sebelumnya Kabag Bin Ops Direktorat Polda Kalbar, sementara Suhadi SW sebagai Tutor Lembaga Pendidikan Kepolisian.<br /><br />Kemudian, Kapolres Singkawang dari pejabat lama AKBP Toni Sinambela menjadi Wadir Binmas Polda Kalbar, Kapolres Sanggau AKBP I Wayan Sugiri menjadi Kapolres Ketapang, diganti pejabat baru AKBP Winarso jabatan sebelumnya Kapolres Sambas Kapolres Ketapang AKBP Badya Wijaya sebagai Wadirlantas Polda Kalbar.<br /><br />Kasatlantas Polda Kalbar Kombes (Pol) Unggul Setyantoro dilantik sebagai Kasatlantas Polda Aceh. Direktur Serse dan Kriminal Kombes (Pol) Bambang Priyambada dilantik sebagai Direskrimsus Polda Kalbar.<br /><br />Sementara itu, Kombes (Pol) Purwadi Arianto dilantik sebagai Direskrimum Polda Kalbar, AKBP Achmad Dynaputra sebagai Dir Sabhara, AKBP Yudi Hermawan sebagai Kapolres Melawi dan lain-lain.<br /><br />"Direskrim terbagi dua, yakni menjadi Serse khusus dan umum, tiap jabatan tersebut dipimpin seorang perwira berpangkat Kombes," kata Kapolda Kalbar.<br /><br />Dalam kesempatan itu, dia berpesan dengan dibentuknya Direskrimsus di lingungan Polda Kalbar, ke depan setiap persoalan bisa diantisipasi secara dini.<br /><br />"Tugas semua polisi yakni bagaimana suatu permasalahan tidak menjadi besar, karena kalau sudah terjadi konflik dampaknya cukup besar dan harganya mahal," kata Sukrawardi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.