Polemik Dana DAD Sintang

Polemik pencairan dana bantuan dari pemerintah kabupaten kepada DAD Sintang sejumlah Rp 300 juta terus bergulir. Sejumlah elemen masyarakat juga mulai menyikapinya. Seperti yang diungkapkan oleh Arbudin, Pembina Forum Komunikasi Pemuda Dayak (FKPD) Sintang yang ditemui di ruang kerjanya Rabu (07/03/2012). <p>“Ada apa ini dana cair tapi ketua tidak tahu, kemudian dananya tidak masuk ke rekening organisasi lagi. Kalau menurut saya ada unsur penggelapan disini, maka harus diusut,”ungkapnya.<br /><br />Dituturkan Arbudin, terungkapnya masalah dana DAD senilai Rp 300 juta itu muncul dalam rapat di kediaman ketua DAD Sintang beberapa waktu lalu. Saat itu forum rapat tengah membicarakan kegiatan musyawarah tumenggung yang akan dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan gubernur Kalbar yang juga ketua DAD Provinsi ke Sintang pada pertengahan Mei mendatang. <br /><br />DAD Sintang sendiri berencana memanfaatkan kedatangan gubenur tersebut untuk membuka acara musyawarah tumenggung. Ketika sampai pada permasalahan dana, peserta rapat sempat binggung untuk mencari dana. Salah satu peserta rapat menyatakan bahwa ada dana DAD bantuan dari pemkab di tahun 2011 bisa digunakan untuk kegiatan tersebut. <br /><br />Namun ketua DAD Sintang Mikael Abeng justru tidak tahu tentang keberadaan dana tersebut. Saat itu, ada pula yang langsung menghubungi bendahara, namun jawaban bendahara tidak seperti yang diharapkan. Karena bendahara juga tidak tahu keberadaan uang tersebut. <br /><br />Penegasan bahwa ketua DAD tidak mengetahui keberadaan dana DAD tersebut juga disampaikan kepada sejumlah wartawan yang menanyakan hal tersebut pada Rabu (07/03/2012) di halaman Mapolres Sintang. Informasi  yang berkembang bahwa dana senilai Rp 300 juta itu telah dicairkan dari kas daerah oleh sekretaris DAD Askiman.<br /><br />Askiman sendiri ketika dikonfirmasi masih berada di Jakarta. Namun kemudia melalui ponsel selulernya ia melakukan kontak balik. Dalam penjelasanya, Askiman mengatakan bahwa tidak benar jika ketua DAD tidak mengetahui dana tersebut.<br /><br />“Bohong besar itu pak Abeng kalau mengatakan tidak tahu tentang dana itu. Karena pencairan dana itu ada tanda tangan saya sebagai sekretaris dan pak Abeng sebagai ketua. Pencairan dana itu dengan menggunakan proposal musayawarah besar yang memang kegiatanya sampai sekarang belum di laksanakan,”bebernya.<br /><br />Menurut Askiman, karena terlanjur masalah dana DAD ini dibuka, ia pun merasa harus menjelaskan secara rinci tentang dana DAD yang diberikan oleh pemerintah daerah. Menurutnya jumlah total dana DAD yang diberikan pemkab adalah Rp 450 juta. Sejumlah dana tersebut telah dicairkan pada tahun 2011 lalu. Dana pertama yang dicairkan nilainya Rp 150 juta, sedangkan yang kedua senilai Rp 300 juta. <br /><br />“Dana yang Rp 150 juta itu langsung masuk ke rekening DAD dan dikelola oleh ketua. Tapi sampai sekarang belum ada laporan jelas tentang penggunaan dana itu,”ujarnya.<br /><br />Dana yang kedua dicairkan pada Oktober 2011 lalu oleh Yelmanus, koordinator secretariat DAD Sintang. <br /><br />“Dana itu masih ada sama Yelmanus dan memang belum diserahkan kepada bendahara. Karena dia khawatir kalau dana itu diserahkan kepada bendahara sementara kegiatanya belum dilaksanakan, dana itu nanti jadi tidak jelas penggunaanya. Karena dana itu kan harus dipertanggungjawabkan. Kalau saya sendiri, malah tidak melihat uangnya sama sekali,”tegasnya.<br /><br />Diakui pula oleh Askiman bahwa dari dana sebesar Rp 300 juta itu saat ini memang tidak utuh lagi. Pada kegiatan Festival Budaya Melayu yang digelar di gedung Indoor beberapa waktu lalu, Yelmanus mengeluarkan dana senilai Rp 15 juta melalui Lenny untuk pembukaan stand pameran di acara tersebut. Kemudian pada pelaksanaan Musdat di Ambalau, dana tersebut kembali diambil sejumlah Rp 10 juta melaluui Yosef  Nikolas.<br /><br />“Dikeluarkanya sejumlah dana tersebut tidak melalui prosedur rapat di organisasi. Jadi tidak benar kalau ketua tidak tahu tentang uang itu,”pungkasnya.<br /><br />Terkait dengan dugaan penggelapan yang dialamatkan kepadanya, Askiman mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Pembina FKPD itu sangat tidak relevan. Sebab secara organisasi, tidak ada hubungan apa-apa antara FKPD dengan DAD. <br /><br />“Tidak ada kaitanya antara FKPD dengan DAD,”tegasnya.<br /><br /> <br /><br />Mislan : Pencairanya Sesuai Prosedur<br /><br /> <br />Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset  (DPPKA) Sintang, Mislan mengatakan bahwa pencairan dana DAD Sintang telah sesuai dengan prosedur. Pencairan dana yang dilakukan dua tahap tersebut menurutnya telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan pihaknya. Pada pencairan tahap pertama senilai Rp 150 juta, pencairan langsung dilakukan melalui rekening DAD yang ditanda tangani oleh ketuanya Mikael Abeng. Pencairan dana tahap pertama ini dengan menggunakan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) No: 1554 tertanggal 12 Mei 2011 lalu.<br /><br />“Saat pencairan itu, semua persyaratanya dilengkapi termasuk kwitansinya da nomor rekeningnya. Karena waktu itu pak Abeng sedang keluar kota kalau tidak salah, maka uangnya waktu itu langsung saya masukan ke rekening DAD,”ungkap Hendi Sugianto selaku pejabat pengelola keuangan daerah yang mendampingi Mislan.<br /><br />Kemudian pada pencairan dana senilai Rp 300 juta itu, pengurus menggunakan proposal. Hanya saja proposal yang digunakan oleh pengurus seingat Hendi adalah proposal Gawai Adat, dan bukan proposal musyawarah Adat. Proses selanjutnya sampai pada pencairan dana cash senilai Rp 300 juta itu dilakukan oleh Yelminus. <br /><br />“Yang kami tahu bahwa Yelminus itu adalah pengurus DAD, dan beliau memberikan surat kuasa kepada saya untuk mencairkan dana tersebut,”tambah Hendi.<br /><br />Menurutnya saat pencairan uang tersebut, Yelminus tidak menyertakan nomor rekening. Namun hal itu menurutnya tidak menjadi masalah, karena pada umumnya jika tidak ada nomor rekening maka bisa digantikan dengan surat kuasa untuk pencairan dana melalui rekening daerah. Dari rekening daerah ini, selanjutnya petugas yang berwenang akan melakukan pengambilan di bank dan memberikanya secara cash pada penerima uang.<br /><br />“Dana itu kami serahkan cash di ruangan ini dan disaksikan pula oleh pak Mislan,”tegas Hendi.<br /><br />Pencairan dana senilai Rp 300 juta itu menggunakan SP2D No. 5282 tertanggal 20 Oktober 2011. Ditegaskan pula oleh Hendi Sugianto, bahwa pada selama proses  pencairan dirinya tidak pernah melihat Askiman sebagai sekretaris DAD terlibat langsung. <strong>(phs)</strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong></strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.