Polisi Kotabaru Amankan Ratusan Potong Kayu Olahan

Jajaran Polisi Sektor Pulau Laut Tengah, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa (8/2) menemukan ratusan batang atau sekitar 5 m3 kayu olahan jenis meranti campuran di Desa Salino, Pulau Laut Tengah. <p style="text-align: justify;">Wakapolres Kotabaru Komisaris Polisi Joko Sulistio, Kamis (10/02/2011), menjelaskan, kayu itu ditemukan petugas Kepolisian Polsek Pulau Laut Tengah di Desa Salino, Jalan Tanah Habang dimana lokasi tersebut merupakan daerah perkebunan coklat Selasa sekitar pukul 16.00 Wita. <br /><br />Ratusan batang kayu yang sudah diolah atau setengah jadi itu ditemukan Polisi saat melaksanakan patroli rutin. <br /><br />"Kini barang bukti sekitar 5 m3 kayu jenis meranti campuran (MC) diamankan di Polsek Pulau Laut Tengah, guna proses lebih lanjut," ujarnya. <br /><br />Sebelumnya, H Hasbi M Thawab saat masih menjabat Kepala Dinas Kehutanan Kotabaru beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya mulai meningkatkan pengawasan di pintu-pintu keluar dari hutan hingga patroli tengah malam untuk mencegah terjadinya pembalakan liar di kawasan Gunung Mandin dan kawasan hutan yang lain di daerah itu. <br /><br />Karena berdasarkan laporan warga, di daerah tersebut masih terjadi penebangan liar. <br /><br />"Namun setelah dilakukan pengintaian di daerah itu, petugas tidak pernah memergoki adanya aktivitas penebangan liar, atau truk yang mengangkut log hasil pembalakan," jelasnya. <br /><br />Hasbi tidak menepis, di daerah bendungan Gunung Mandin terkadang masih ada warga yang menebang pohon. <br /><br />Namun pohon yang ditebang itu bukan jenis kayu hutan, tetapi pohon kemiri dan jenis kayu yang lain. <br /><br />"Setelah diselidiki lebih dalam, pohon yang ditebang itu berada di lahan yang memiliki indentitas lahan berupa surat keterangan tanah," ujarnya. <br /><br />Menurut Hasbi, hal itu sedikit aneh, karena kawasan tersebut masuk kawasan hutan. <br /><br />"Bagaimana itu terjadi, warga bisa memiliki surat keterangan tanah di kawasan hutan," terang Hasbi. <br /><br />Hasbi menegaskan, beberapa tahun ini pembalakan liar di kawasan hutan Kotabaru telah sepi. <br /><br />"Untuk meminimalisir perambahan hutan, kami bukan hanya cukup melarang, tetapi kami juga memberi solusi melalui beberapa program strategis, seperti bentuan bibit dan yang lainnya," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.