Polres Sintang Rangkul Media Dalam Pemberitaan

SINTANG – Polres Sintang menggelar rapat koordinasi dengan awak media dalam rangka penyampaian trend kamtibmas di wilayah hukum Polres Sintang tahun 2019.

Rakor tersebut di pimpin oleh Kabag Ops Polres Sintang, Kompol Koster Pasaribu, bertempat di ruang PKO Polres Sintang, Rabu (6/3/2019).

Dalam rakor tersebut, Kabag Ops menyampaikan tetang kinerja Polres Sintang dari bulan Januari hingga Februari 2019.

Usai memaparkan tentang trend Kamtibmas, Kabag Ops meminta media untuk menteralisir berita-berita bohong, karena berita bohong ini begitu cepat mempengaruhi masyarakat.

Untuk menangkal hoax, menurut Pasaribu, perlu peran media yakni dengan menyajikan pemberitaan yang benar, sesuai fakta, dan berimbang.

Peran media arus utama sangat besar membendung hoax dari medsos. Kuncinya, mereka harus mampu mengedukasi publik dengan berita yang akurat, berimbang dan memihak kebenaran,” kata Pasaribu.

“Kami minta peran media untuk bantu Polres Sintang dalam mentralisir berita bohong, agar masyarakat paham, karena berita bohong ini sangat jahat” jelasnya.

Terkait dengan pengamanan Pileg dan Pilpres Polres Sintang telah siapkan 2/3 personilnya untuk pengamanan situasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019.

Selain itu Polres Sintang juga telah meminta bantuan 120 personil dari Polda Kalbar untuk penambahan pasukan, kata Kabag Ops.

“Masyarkat jangan kawatir, jangan takut, jika ada yang ingin mengganggi kamtibmas menjelang Pileg dan Pilpres silahkan laporkan kepada pihak yang berwajib” pinta Pasaribu.

Sementara itu, Paur Subag Humas Polres Sintang, Iptu Baryono, juga meminta media untuk membantu Polres Sintang dalam berpatroli di dunia maya, baik melalui IG, Facebook maupun Sosmed yang lainnya.

“Kami minta media yang ada di Kabupaten Sintang, mari kita sama-sama memonitur berita-berita yang ada di sosoal media yang bisa memecah belah persatuan NKRI”, kata Baryono.

Lanjut Baryono, media sangat penting dalam melawan berita bohong atau hoax, terutama dalam tahun politik, yang rentan akan perbedaan cara pandang dan perpecahan, terangnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.