Polresta Banjarmasin: Kesadaran Berlalu Lintas Masih Rendah

Kesadaran masyarakat di Kota Banjarmasin dinilai masih rendah dalam berlalu lintas, ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin AKP Moerdilly Sik melalui Kepala Unit Regident Ipda Pol M Taufiq, di Banjarmasin, Kamis. <p style="text-align: justify;">Penilaian tersebut dilihat dari masih banyaknya pengemudi kendaraan bermotor yang terjaring dalam razia lalu lintas, terutama terhadap pengendara sepeda motor, demikian dilaporkan, Kamis.<br /><br />Menurut dia, dengan masih banyaknya pengendara yang terjaring razia membuktikan, setiap pengendara di Kota Banjarmasin belum menyadari pentingnya melengkapi kelengkapan dan perlengkapan saat mengendarai sepeda motor.<br /><br />"Dengan tidak melengkapi surat menyurat kendaraan yang mereka gunakan dan sering terjaring razia kendaraan bermotor itu, berarti sama saja dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan berlalu lintas," tandasnya.<br /><br />Ia memperkirakan, kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas itu. mungkin karena masih banyak warga yang belum mengerti tentang aturan lalu lintas yang diterapkan oleh pemerintah dalam berkendaraan.<br /><br />Mereka yang terjaring saat razia itu, kebanyakan pengendara kendaraan bermotor tidak melengkapi surat menyuratnya seperti tidak memilik surat izin mengemudi (SIM) dan ketinggalan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK).<br /><br />"Bukan saja tak punya atau ketinggalan SIM da STNK, tapi juga ketidakpatuhan terhadap aturan lain, seperti sepeda motor yang tidak menyelakan lampu pada siang hari sebagaimana ketentuan dalam perundang-undangan lalu lintas," lajutnya.<br /><br />Untuk mengatasi banyaknya pengendara yang tidak memilik SIM pihak Satlantas Polresta Banjarmasin selalu memberikan kemudahan dalam pengurusan dengan cara datang langsung ke loket SIM dan tidak melalui calo.<br /><br />Ia juga mengimbau, agar masyarakat jangan beranggapan pembuatan SIM itu mahal, terlebih dengan melakukan pengurusan sendiri, tanpa melalui calo/perantara.<br /><br />"Memang sebagian masyarakat masih beranggapan pembuatan SIM itu mahal, padahal tidak. Terkesan mahalnya pembuatan SIM, karena mereka dalam pengurusan melalui perantara/calo," katanya.<br /><br />Ia mengungkapkan, dalam setiap razia kendaraan bermotor jenis roda dua yang digelar pagi dan sore hari oleh Satlantas Polresta Banjarmasin, rata-rata pengendara yang terjaring di atas seratus unit.<br /><br />"Satlantas Polresta Banjarmasin terus akan melakukan razia kendaraan bermotor guna ketertiban berlalu lintas dan sekaligus sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas," demikian M Taufik. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.