Polresta Pontianak Kerahkan 1.000 Personel Amankan Demo

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak mengerahkan 1.000 personel untuk mengamankan demo terkait penolakan terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012. <p style="text-align: justify;">"1.000 personel disiagakan dalam rangka mengamankan aksi demo menolak kenaikan harga BBM bersubsidi," kata Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Muharrom Riyadi seusai memimpin rapat koordinasi Muspida Pemkot Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, meskipun aksi demo di Kota Pontianak dalam rangka menolak rencana kenaikan harga BBM bersubsidi tidak sampai mengganggu keamanan dan ketertiban umum, tetapi pengamanan tetap dilakukan agar tidak terjadi hal-hal diluar dugaan.<br /><br />"Saya yakin adik-adik mahasiswa di sini (Kota Pontianak dan Kalbar umum) dalam melaksanakan unjuk rasa tidak anarkis, rata-rata demo masih santun dan tidak melakukan tindakan tidak terpuji," ujarnya.<br /><br />Kapolresta Pontianak menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum memerlukan bantuan dari TNI dalam melakukan pengamanan terhadap aksi demo di Kota Pontianak dan sekitarnya.<br /><br />Muharrom mengimbau, kepada para pendemo atau pengunjuk rasa untuk menyampaikan pendapatnya dalam batas kewajaran sehingga tidak mengganggu ketertiban umum seperti terjadi di daerah-daerah lainnya.<br /><br />Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyampaikan, himbauan serupa kepada para pengunjuk rasa agar dalam menyampaikan aspirasinya dilakukan dengan tertib sehingga tidak mengganggu ketertiban umum.<br /><br />"Kami minta media juga menyampaikan berita yang sifatnya menyejukkan jangan hanya menampilkan aksi kekerasan saja, tetapi sampaikanlah apa adanya sehingga masyarakat mengetahui secara runut setiap kejadian," kata Paryadi.<br /><br />Sebelumnya, Sales Representative PT Pertamina Wilayah V Kalbar, John Haidir menyatakan, hingga saat ini stok BBM di provinsi itu dalam kategori aman menjelang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada April 2012.<br /><br />"Masyarakat tidak perlu khawatir atau panik dengan memborong BBM jenis premium maupun solar bersubsidi karena stok dalam kategori aman," ujarnya.<br /><br />John menambahkan, kebutuhan premium bersubsidi untuk Kota Pontianak sekitar 250 kiloliter per hari, kemudian untuk solar bersubsidi sekitar 120 kiloliter per hari.<br /><br />Sementara, untuk kebutuhan rata-rata untuk premium di Kalbar sekitar 1.374 kiloliter per hari. Sedangkan solar baik subsidi maupun non subsidi sebanyak 1.921 kiloliter per hari.<br /><br />Menurut dia, untuk distribusi, Pertamina tidak lagi mempunyai kewenangan kalau setelah dari SPBU. "Kami siap mendukung secara hukum kalau memang terjadi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi," ujarnya.<br /><br />Data Pertamina Kalbar, jumlah SPBU di provinsi itu sekitar 81 unit dan 21 unit SPBU diantaranya berada di Kota Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.