Pontianak-Singkawang Dominasi HIV/Aids Di Kalbar

Dinas Kesehatan Kalimantan Barat mencatat Kota Pontianak dan Singkawang sampai saat ini masih mendominasi kasus penderita HIV/AIDS di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan data terbaru, Kota Pontianak menjadi penyumbang terbesar penderita penyakit HIV/AIDS dengan jumlah 50 persen kasus di Kalbar. Diurutan kedua, yaitu kota Singkawang dengan jumlah 25 persen, sehingga total dua kota itu saja sudah 75 persen dari 1.800 orang penderita HIV/AIDS, sementara untuk kabupaten lainnya di Kalbar menyebar secara sporadis," kata Kepala Bidang Bina Kesehatan Keluarga dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Honggo Simin di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurutnya, untuk menekan tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kalbar, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyebaran penyakit tersebut.<br /><br />Honggo mengatakan, cara yang paling aman untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut adalah dengan mencegah hubungan seksual dengan banyak lawan jenis.<br /><br />Dia menjelaskan, berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, untuk penyebaran penyakit HIV/AIDS dominan terjadi akibat hubungan bebas.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, penyakit tersebut juga banyak menyerang para pengguna narkoba khususnya pemakai jarum suntik.<br /><br />"Yang namanya penyebaran penyakit HIV itu sangat mudah terjadi, melalui jarum suntik. Meski masyarakat sudah mengetahui bahayanya, namun kita juga tidak tahu kenapa masih banyak masyarakat yang melakukan hal tersebut," tuturnya.<br /><br />Dia juga mengatakan, pihaknya juga berupaya melakukan pencegahan terhadap penyebaran HIV terhadap bayi.<br /><br />Pasalnya, kata Honggo, penularan virus itu lebih cepat terutama dari ibu kepada anak kandungnya.<br /><br />Honggo menambahkan, yang dikhawatirkan terhadap balita yang menjadi tersangka HIV/AIDS tersebut jika mengalami penurunan kondisi kesehatannya.<br /><br />Hal itu menurutnya, dapat menjadi salah satu indikasi balita tersebut menderita penyakit HIV/AIDS.<br /><br />"Bahkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi kasus kematian" tuturnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.