PPGB Kembali Rawat Balita Gizi Buruk

Tiga balita penderita gizi buruk kini tengah mendapatkan perawatan intensif di pusat penatalaksanaan gizi buruk (PPGB) Sintang. Tiga balita tersebut masing-masing Pederius (22) bulan, Andi (18) bulan dan Bona (7) bulan. Pederius dan Andi dibawa ke PPGB sudah dalam kondisi stadium IV untuk gizi buruk yang dideritanya, sedangkan Bona masih dalam status stadium II. <p style="text-align: justify;">Pederius merupakan anak pasangan Inim dengan Magdalena Rikut dari desa Tanjung Sari kecamatan Ketungau Tengah. Balita yang hanya memiliki berat badan 6,8 kg saat masuk pada 5 February lalu ini divonis menderita gizi buruk stadium IV. Setelah dirawat intensif di PPGB, saat ini berat badan Pederius telah bertambah menjadi 8,6 kg. Mestinya balita seusia Pederius memiliki berat badan minimal 10,3 kg.<br /><br />“Sebelumnya kakak Pederius juga pernah dibawa dan dirawat di PPGB ini. Saat datang,kondisinya sangat parah bahkan nyaris buta. Saat membawa kakaknya itu, ibu Magdalena tengah hamil Pederius. Nampaknya karena sudah tahu, maka orang tua Pederius dengan kesadaran sendiri membawa anaknya yang kedua ini ke PPGB ini,”jelas kepala PPGB Sintang Adi Sulistyanto saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.<br /><br />Sementara Andi (18) bulan adalah penderita gizi buruk yang berasal dari dusun  Matai desa Pandang Jaya dari kecamatan Ketungau Tengah juga. Andi merupakan anak pasangan Ido dan Santi. Andi hanya memiliki berat badan 6 kg saat dibawa ke PPGB. Sempat pula dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan perawatan selama seminggu, dan kini berat badanya telah bertambah menjadi 6,6 kg.<br /><br />“Selain gizi buruk, Andi juga mengidap TBC yang ditularkan dari bapaknya. Penderita gizi buruk dengan penyakit penyerta TBC ini memang besar pengaruhnya kepada berat badan. Karena kuman TBC justru yang menyerap sari makanan yang dikonsumsi oleh penderita,”jelasnya.<br /><br />Bona (7) bulan dibawa ke PPGB oleh kedua orang tuanya Inus dan Diana pada 6 February lalu dengan berat badan hanya 4,7 kg. Saat ini berat badan Bona telah bertambah menjadi 5 kg. Meski masih dalam status stadium II, namun Bona juga dinyatakan mengidap TBC. Saat ini Bona tengah menjalani adaptasi pemberian makanan pendamping ASI.<br /><br />“Semua pasien yang ada di PPGB ini akan mendapatkan terapi total hingga diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Namun dalam masa minimal 1 bulan di rumahnya, para pasien dari PPGB ini akan mendapatkan pengawasan tentang asupan gizinya baik oleh petugas kesehatan, masyarakat dan orang tua tentunya,”jelas Adi. <strong>(*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.