PSU TPS 01 Desa Nyangai Berjalan Lancar

MELAWI- Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Desa Nyangai Kecamatan Pinoh Selatan berjalan dengan aman. Suasana ramai terlihat pada lokasi pelaksanaan TPS tersebut. Tidak hanya pihak Bawaslu daja yang melakukan pengawasan, namun PSU tersebut juga dikawal ketat oleh pihak Polri dan TNI. Bahkan dari Pihak KPU selain dari Kabupaten juga disaksikab seorang komisioner KPU Provinsi, Jainab. Pantauan di lapangan juga cukup banyak tim sukses serta para Caleg yang hadir di lokasi.

Anggota Komisioner yang mengawal lansung pelaksanaan PSU di TPS 01 Desa Nyangai, Wenefrida K Wati mengatakan, sejauh ini proses pelaksaan PSu berjalan dengan sesuai dengan prosedur dan dengan baik. Dimana sejak pagi hingga pukul 11.00 WIb, masyarakat yang menggunakan hak pilihnya berjumlah sebanyak 140 lebih.
“Proses pelaksanaan sama seperti pemungutan suara biasanya yakni sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Dimana untuk masyarakat yang masuk dalam DPK bisa menggunakan hak pilihnya menggunakan KTP elektrinik yang berbasis domisili setempat pada pukul 12.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, setelah itu baru akan dilakukan proses perhitungan,” terangnya saat ditemui dilokasi TPS pada sela-sela proses PSU berlansung, Kamis (25/4).
Wene mengatakan, komisioner KPU Melawi yang ikut mengawal berjalannya proses pemungutan terdiri dari dua orang serta ada komisioner KPU Provinssi yang juga hadir untuk memastikan proses PSU berjalan sesuai prosedur. “Disini total pemilih sebanyak 259. Surat suaranya sebanyak 300 plus 2 persen atau 6 surat suara. Sehingga totalnya 306 suara,” jelasnya.
Sementara itu, Jainab selaku Komisioner KPU Provinsi yang sengaja hadir untuk memantau proses PSU secara lansung mengatakan, di Kalbar ada dua pemungutan yang kita laksanakan. Yakni Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) yang terdapat di 8 kabupaten kota.
“Terkait persiapan PSu dan PSL ini memang awalnya berdasarkan rekomendasi dari Bawaslu. Sehingga karena PSU dan PSl itru terkait logistik, maka kami mengajukan ke pusat terkait surat suara. Alhamdulillah pengajuan itu segera direspon, karena Kalbar mengajukan yang pertama kali. Hingga logistik dibawa ke Melawi hingga ke TPS, Alhamdulilah tidak ada kendala, semua berjalan aman,” jelasnya.
Jainab mengatakan, hari ini PSU dan PSl di 8 kabupaten/kota dilaksanakan secara serentak. Hingga peroses pemungutan dilaksanakan, belum ada laporan terkait kekurangan serta kendala lain yang berkaitan dengan logistik. “Proses PSU pun sudah berjalan dengan baik,” paparnya.
Di lokasi yang sama, Komisioner Bawaslu Melawi, Erwin Nurjadin juga mengatakan bahwa proses PSu di Melawi yakni di TPS 01 Desa nyangai sudah berjalan dengan baik sesuai prosedur. Meskipun suasana pada pemilihan ini cukup ramai dan banyak relawan dan Caleg yang datang ke Desa ini, namun semuanya berjalan dengan aman. “Pihak kami juga akan tetap mengawasi proses PSU ini berlansung hingga selesai perhitungan dan dikeluarkannya BA perolehan hasil suara serta C1, serta hingga hasilnya dibawa ke tingkat Kabupaten,” paparnya.
Ditempat yang sama, Markus Beriang selaku Ketua Panwascam Pinoh Selatan mengatakan, terjadinya PSU di TPS 01 Desa Nyangai ini dikarenakan adanya pelanggaran yang terjadi. Dimana kotak suara sudah terbuka satu hari sebelum dilaksanakan proses pemungutan suara pada 17 April 2019 beberapa hari lalu.
“Ketia tanggal 16 ada dilakukan pembukaan oleh KPPS dan jajarannya. Karena itu adalah pelanggaran sesuai PKPU, maka saya melakukan penelurusan ke KPPS dan mereka mengakui bahwa mereka membuka kotak. Saya lansung menghubungi semua yang terlibat dan mereka meengatakan adanya intimidasi dan intruksi dari tim sukses untuk mengarahkan ke sejumlah Caleg. Sehingga kasus ini saya laporkan ke Bawaslu dan Bawaslu meneruskan menjadi rekomendasi ke KPU untuk dilakukan PSU, sehingga dilaksanakanlah PSU pada hari ini,” jelasnya.
Markus mengatakan terkait logistik PSU ini sudah datang sejak 24 April 2019 sekitar pukul 16.00 yang dikawal ketak pihak keamanan dan kami dari Panwascam. “Kami selalu melakukan pengawasan melekat hingga 24 jam. Logistik ada disini, kami tidak akan keemana-mana,” paparnya.
Marksu mengatakan, teknis pengawasan yang dilakukan Panwascam pada proses PSU yakni menempatkan dua orang pengawas di Pintu masuk TPS dan didalamnya. “Jadi pengawas yang ditempatkan tidak boleh kemana-mana, jika ingin ke kamar kecil harus bergantian. Hingga saat ini PSu masih berjalan lancar,” katanya.
Kapolsek Melawi, Iptu Mulai Sembiring mengatakan, pada pelaksanaan PSu tersebut pihaknya menerjumlah sejumlah personil yang khusus berada di lokasi TPS, dibantu oleh pihak TNI. “Jumalh personil Polsek Nanga Pinoh 7 orang yang lansung saya pimpin. Ddibantu dari Koramil 4 personil yang juga dipimpin Danramilnya,” terangnya.
Sembiring mengatakan, pengamanan yang dilakukan pihaknya bersama TNI di lokasi TPS sudah dilakukan sejak Rabu 24 April 2019, dimana pihaknya bergerak menuju lokasi bersamaan dengan prgeseran logistik dari kabupaten ke TPS. “Kami akan tetap melakukan pengamanan ini hingga pelaksanaan PSU selesai, baikproses pencoblosan maupun proses perhitungan suara,” jelasnya.
Di lokasi TPS, kata Sembiring, pihaknya menempatkan Anggota di Pintu Masuk TPS untuk mengantisipasi adanya kekacauan, serta hal-hal yang mencurigakan. “namun sejauh ini, proses berjalan lancar dan aman. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.