Pulang Misa Arwah, Bupati Rupinus Berjumpa Dengan Wisatawan Asing

SEKADAU, KN – Bupati Sekadau Rupinus, SH, M. Si ketika ingin pulang ke Sekadau setelah mengikuti misa kudus hari arwah dan setelah meninjau pengerjaan proyek bronjong di dusun Kenabu, tidak sengaja berjumpa dengan wisatawan asing asal Belanda. Perjumpaan secara tidak sengaja ini tepat di depan gereja Katolik Stasi Pantok arah pulang menuju Sekadau. Rupanya wisatawan asing asal belanda itu juga bersiap siap pulang ke sintang setelah mengunjungi objek wisata botu jato.

Melihat ada turis, Bupati Rupinus langsung turun dari mobil dinas innova yang ditumpanginya dan menemui para turis tersebut, “welcome to pantok,” sapaan ramah Bupati Sekadau menyapa wisatawan asal belanda tersebut dengan bahasa inggris. Kemudian satu orang turis menjawab thank you mister.

Bupati Rupinus kembali menanyakan turis asal belanda itu dengan bahasa inggris lagi, you come froom. Turis itu menjadi lagi we come froom belanda. Lagi bupati bertanya dengan ketiga wisataan itu “you can spake indonesian, turis itupun menjawab no. Bupati menjelaskan kepada ketiga turis dan dua orang pemandu wisata itu bahwa dirinya berasal dari desa pantok. “Saya hari ini pulang kampung untuk sembayang arwah untuk orang tua kami yang telah dipanggil tuhan,” ucap Bupati.

Bupati Rupinus menyampaikan ucapan terima kasih kepada wisatawan asing asal belanda yang telah mengunjungi wisata botu jato pantok. Terima kasih juga kepada pemandu yang telah mengantarkan ketiga wisatawan asal belanda itu ke objek wisata botu jato.

Untuk diketahui, bahwa Objek Wisata Botu jato dusun pantok kecamatan nanga taman Jumat 2 November 2019 dikunjungi oleh wisatawan asing asal belanda. Jumlah mereka ada lima orang, tiga diantaranya wisatawan asal belanda dan dua orang lainnya adalah tour guide asal Kabupaten Sintang. Tiga dari wisatawan belanda itu satu diantaranya berjenis perempuan.

Nama mereka masing-masing Hugo dan Corney. Kunjungan wisatawan asal belanda di objek wisata botu jato ini menggunakan jenis mobil innova. Menurut tour guide asal sintang ini, mereka menghabiskan waktunya di objek wisata botu jato ini kurang lebih dua jam.

“Mereka sangat menikmati betul suasana alam wisata botu jato. Selama kurang lebih dua jam saya bersama mereka di batu jato ini,” ujar pemandu asal sintang ini.

Perjumpaan singkat itu berlangsung selama kurang lebih 5 sampai 10 menit. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.