Pusat Kesehatan Hewan Perkebunan Sawit Segera Beroperasi

Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang dibangun di kawasan perkebunan kelapa sawit PT Antang Ganda Utama Perkebunan Inti Rakyat Butong, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, direncanakan operasional tahun 2011. <p style="text-align: justify;">"Puskeswan ini nanti akan melayani warga untuk melakukan kegiatan kawin suntik (IB) dan kesehatan hewan lainnya," kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara (Barut) Sunoto di Muara Teweh, Jumat. <br /><br />Untuk mendukung operasional puskeswan yang berada di Desa Bukit Sawit Kecamatan Teweh Tengah itu pemerintah Kabupaten Barito Utara mengalokasikan dana untuk penyediaan sejumlah fasilitas atau peralatan melalui dana alokasi khusus (DAK) 2011. <br /><br />Menurut Sunoto, selama ini puskeswan yang dibangun tahun 2008 lalu melalui bantuan Pemprov Kalteng itu belum fungsional, karena tidak dilengkapi sarana dan prasarana kesehatan hewan. <br /><br />"Tahun ini kami akan melengkapi sejumlah fasilitas pendukung guna melayani masyarakat,"katanya. <br /><br />Sunoto mengatakan, pihaknya juga telah memiliki dokter hewan guna memberikan pelayanan bagi masyarakat di kawasan perkebunan kelapa sawit yang banyak memiliki terbak sapi dan kambing. <br /><br />Selama ini, katanya, untuk memberikan pelayanan kesehatan ternak milik petani plasma perkebunan kepala sawit itu hanya dilakukan petugas peternakan, namun sudah berpengalaman memberikan pengobatan terhadap ternak warga setempat. <br /><br />"Pelayanan untuk warga itu lebih dimaksimalkan dengan adanya dokter hewan dan lengkapnya fasilitas puskeswan tersebut," katanya. <br /><br />Dia menjelaskan, dipilihnya lokasi tersebut karena sejumlah desa di kawasan perkebunan kelapa sawit ini perkembangan peternakan sapi cukup pesat yang sebelumnya hanya puluhan ekor kini sudah mencapai 500 ekor lebih. <br /><br />Kawasan perkebunan kelapa sawit tersebut sangat potensial dikembangkan ternak sapi yang diusahakan petani plasma sawit tersebar di empat desa meliputi Desa Bukit Sawit, Pandran Permai, Pandran Jaya dan Tawan Jaya. <br /><br />"Di lahan milik masyarakat itu banyak tumbuh rumput khusus makanan ternak yang ditambah limbah sawit dari perusahaan.Pakan inilah menghasilkan sapi kualitas bagus," jelasnya. <br /><br />Sebagai perbandingan seekor sapi memakan rumput sebanyak 20 kilogram per hari itu naik berat tubuh sekitar 4 ons sehari, sedangkan pakan campuran rumput sebanyak 16 Kg ditambah limbah sawit 4 Kg menghasilkan bobot sapi 7 ons per hari. <br /><br />Kelebihan lain, kulit sapi memakan rumput terlihat berkerut dan lemak, namun sapi pemakan campuran limbah sawit dan rumput kelihatan lebih sehat, bersih dan lemak ditubuh sedikit. <br /><br />"Secara ekonomis kondisi sapi tersebut sangat menguntungkan para peternak sekaligus mendukung program pemerintah melalui kegiatan integrasi sapi di perkebunan sawit," kata Sunoto. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.