Rabies: Dari 1086 Kasus Gigitan, 70 Persennya Anak-Anak

Kasus gigitan anjing rabies yang tercatat di Dinas Peternakan dan kesehaatan Provinsi Kalbar, ada sebanyak 1086 kasus. Dari jumlah tersebut, Melawi termasuk wilayah terjangkit yang rentan dan rawan menyebar ke kabupaten kota lainnya. <p style="text-align: justify;">Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas peternakan menggelar komunikasi, informasi dan edukasi zoonosis rabies di SDN 02 Desa Batu Buil Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Rabu (27/4). <br /><br />Kegiatan itu dihadiri pihak Direktorat Kesehatan Masyarakat dan veteriner Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Boethdy Angkasa, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa, paara guru SDN 02 Batu Buil, serta pihak instansi terkait di lingkungan Pemerintah Melawi. <br /><br />Pada kesempatan itu Direktorat Kesehatan Masyarakat dan veteriner Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Boethdy Angkasa mengatakan, adanya kegiatan yang dilaksanakan ini, membuktikan bahwa petugas provinsi serta Kabupaten Melawi sangat aktif melakukan pengendalian penyakit zoonosis khususnya rabies.<br /><br />“Kami berharap dari pihak masyarakat dan Pemda setempat harus ikut berkomitmen untuk memberantas penyakit ini. Dengan mengadakan kegiatan ini, tentunya kita juga ingin melihat komitmen masyarakat untuk berpartisipasi, bagaimana cara memelihara anjing dengan rutin melakukan vaksinasi,” katanya saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan.<br /><br />Dalam pengendalian dan memberantas kasus rabies kita harus punya komitmen yang kuat mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota serta masyarakat. Sehingga bias terjaga penyebaran lalulintas hewan ini terjaga dengan baik. <br /><br />“Dengan begitu, suatu wilayah yang terjangkit, bias menjadi suatu wilayah yang berkurang serta bebas dari rabies. Memang perlu proses dan waktu, tapi saya yakin dengan komitmen masyarakat dan suatu informasi, akan menyadarkan tentang bahaya rabies ini,” paparnya.<br /><br />Di Indonesia sendiri, terdapat 27 Provinsi yang terdapat kasus rabies, termasuk Kalbar yang statusnya sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun dengan komitmen memberantas dan pengendalian yang baik, wilayah-wilayah ini bias terbebas dari penyakit zoonosis rabies pada saat kasus ini belum muncul.<br /><br />Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Manaf Mustafa juga mengharapkan pastisipasi masyarakat melalui anak-anak. Sebab anak-anakah yang memiliki resiko terhadap rabies. Anak-anak ini yang mempunyai komunikasi antara sesame anak dan kepada orang tuanya, hal tersebut juga sudah dilaksanakan di Nanga Tayap. Sehingga sangat efektip dilakukan.<br /><br />“Dari 1086 kasus penyakit gigitan rabies, 70 persennya terjadi pada anak-anak. Untuk itulah edukasi ini kita sampaikan ke masyarakat melalui anak-anak. Sebab jika kepada orang tua, kesibukannya banyak sekali. Sehingga tidak bias menyampaikannya kepada teman serta masyarakat lainnya yang tidak pernah ikut edukasi,” paparnya.<br /><br />Pada kegiatan edukasi zoonosis rabies tersebut, juga dilakukan penyuntikan vaksinasi kepada beberapa anak anjing warga yang berada di sekitar kegiatan. Penyuntikan vaksin tersebut sebagai komitmen bersama masyarakat dalam pengendalian zoonosis rabies. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.