Ratusan Umat Muslim Berbondong-Bondong Ikuti Tablik Akbar

MELAWI- Ratusan masyarakat memadati Pendopo Sukiman center dalam pelaksanaan tablik akbar Minggu (25/3). Tablik akbar yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Milad Pertama Majelis Rijaalun Nabawi dan Pejuang Subuh Melawi tersebut mendatangkan tiga orang ustadz yakni Syaikh Saftiar Daeng Safareng dari Sanggau, Habib Sholeh bin Thohir Ba’abud dari Malang dan Habib Fahmi Almuthahar dari Pontianak.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, anggota DPR RI, H Sukiman, Ket MUI, HJoko Supeno,  serta para tokoh agama dan para ustadz di Melawi tersebut jyga memlerlihatkan antusias masyarakat muslim dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ratusan warga mulai dari yang muda hingga yang tua berbondong-bondong hadir menuju ke Pendopo Sukiman Center untuk mengikuti secara langsung kegiatan tersebut.

Acara yang dimulai sejak pukul 09.13 Wib tersebut diawali dengan pembacaan doa dan lembacaan ayat suci Al Quran, yakni Muhammad Rizki Fadilah dari Mis Al Falah Ella Hilir. Yang kemudian penyampaian sambutan dari ketua panitia Milad Majelis Rijalun Nabawi dan Komunitas Pejuang Subuh, Bambang Setiawan.

Ia mengatakan, selain tablig akbar panitia mengadakan beberapa kegiatan, yang memiliki total keseluruhan peserta sebanyak 136 orang. Yang mengikuti lomba dai cilik, lomba hafiz dan lomba mewarnai dengan tema ayo ke masjid. “Kenapa kami memilih tem tersebut, karena Inilah salah satu tujuan, misi kami Pejuang Subuh ini dibentuk, untuk memakmurkan masjid, agar shalat subuh bisa seramai shalat Jumat itulah tujuan dan target kami,” ucapnya.

Kata Bambang kegiatan ini semata-mata untuk mensiarkan agama Allah di bumi Kota Juang. “Dengan harapan persatuan umat islam di Melawi semakin kuat, dan pemahaman agama umat di Melawi juga semakin baik,” harapnya.

Ditempat yang samama, Anggota DPR RI, H Sukiman, yang juga mewakili tokoh masyarakat mengatakan,  dengan menghadiri tablik akbar seperti tentunya menjadi ladang ilmu bagi yang menghadirinya. “Insya Allah  Kedepannya kita akan hadirkan lagi majelis ilmu seperti ini dengan mendatangkan para ustadz dan para ulama, sehingga ilmu agama kita bisa terus diisi,” ucapnya.

Syaikh Saftiar Daeng Safareng saatmemberikan tausiyah

Pada Tausiyah, yang pertama disampaikan oleh Syaikh Saftiar Daeng Safareng. Dimana tausiyahnya membahas tentang pentingnya menghormati para ulama, karena ulama adalah pewaris para nabi yang meneruskan perjuangan nabi dalam menegakkan agama Allah.

“Taatlah kepada allah, dekatlah kepada para ulama dan teruslah belajar dengan lara ulama serta hargailah mereka. Saya salut dengan pelaksanaan kegiaatan ini, dengan kehadiran ratusan masyarakat tentu ini jumlah yang sangat besar apalagi seperti daerah Melawi yang berada di ujung Kalbar,” ucapnya.

Habib Fahmi Almuthahar saat menyampaikan tausiyahnya

Sementara itu, pada tausiyah kedua yang disampaikan oleh Habib Fahmi Almuthahar, menyambung dari tausiyah yang disampaikan  Syaikh Saftiar Daeng Safareng mengatakan, jika umat islam mengikuti ulama, insya Allah Indonesia akan senantiasa akan damai dan bersatu. Sebab para ulama adalah penerus para nabi yang selalu memperjuangkan agama Allah.

“Di akhir zaman saat ini ada sebagian kelompok yang bermunculan di Indonesia namun kelompok ini dinilai Habib sebagai kelompok yang gagal paham. Sehingga mereka dengan mudah menyalahkan atau membid’ah kan kelompok lain. Saya juga mengingatkan kepada kita semua, untuk mendapatkan keberhaan dan rahmad Allah, kita juga harus memuliakan anak yatim, dan jaga shalat malam,” ucapnya.

Habib Sholeh Bin Thohir Ba’abud saat menyampaikan tausiyahnya

Sementara pada tausiyah yang terakhir, yang disampaikan Habib Sholeh Bin Thohir Ba’abud,  mengingatkan agar selalu bersyukur. Dimana Nikmat yang Allah berikan tidak terhingga dan tidak dapat dihitung-hitung.

“Seperti yang kita ikuti saat ini yakni mengikuti majelis ilmu. Mengikuti majelis ilmu sama halnya dengan menerima warisan dari rosul. Maka dari itu jagalah adab, jagalah ahlak ketika datang ke majelis ilmu seperti ini. Karena ini nikmat Allah dan banyak ilmu yang kita dapatkan melalui majelis ilmu seperti ini,” pungkasnya. (edi/KN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.