Rawak Dirikan Sekolah Bola Pertama di Sekadau

Kecamatan Sekadau Hulu menjadi Kecamatan pertama yang berani mendirikan sekolah Bola di Kabupaten Sekadau. Upaya itu disambut baik Pengurus Cabag Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). <p>Camat Sekadau Hulu yang diwakilkan Sekretaris Kecamatan Sekadau Hulu, Yangsun mengatakan pemerintah Kecamatan Sekadau Hulu menyambut baik rencana sekolah Bola itu. Kami cukup mendukung sekolah bola pertama di sekadau ini. <br /><br />Hal ini, tentu tidak terlepas dari upaya pelatih, dan guru pengajar sekolah bola, sebut Yangsun ketika memberikan arahan louching sekolah Bola di Rawak, beberapa waktu lalu.</p> <p><br />Tampak hadir saat louching sekolah, Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Sekadau, Albertus Pinus, sekretaris PSSI Anwar, pelatih senior bola Romyadin, para guru dan sejumlah orang tua murid.<br /><br />Yansung berharap sekolah bola pertama di rawak mencetak bibit-bibit pemain handal kedepan. Untuk itu, dia berharap masyarakat terutama anak-anak yang hobby bermain bola betul-betul memanfaatkan sekolah bola in formal. <br />"Kita harapkan sekolah bola ini betul-betul dimanfaatkan masyarakat”,  timpalnya.<br /><br />Ketua Pengcab PSSI Kabupaten Sekadau, Albertus Pinus mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan sekolah bola di Kecamatan Sekadau Hulu. Pinus menyambut baik pendirian Sekolah sepak Bola yang baru pertama kali diadakan di Kabupaten Sekadau. <br />"Kami pengurus PSSI Pengcab Kabupaten Sekadau sangat mendukung kegiatan ini. Manfaatkanlah wadah sekolah bola ini menjadi tempat mengukir bakat, minat, dan prestasi kepada adik-adik yang memiliki hobby main sepak bola," sebut Pinus dilapangan Sepak Bola, Rawak saat mengikuti louching. <br /><br />Dengan berdirinya sekolah bola dirawak menjadi harapan 5-10 tahun kedepan bibit-bibit pemain sepak bola sekadau mampu menoreh prestasi ditingkat lokal maupun Nasional.<br /><br />"Tentu kita menaruh harapan sekolah bola di rawak ini menjadi wadah mencetak pemain unggul 5-10 tahun kedepan. Kita yakin para guru yang sudah mendapat lisensi Nasional mampu memberikan materi teknis yang bermutu untuk murid. Kita sampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kecamatan dan pak Udin pelatih senior di Sekadau," ujar Pinus.  <br /><br />Pinus mengakui Sekolah bola tidak bisa instans, perlu belajar dan komunikasi terutama soal gerak langkah. <br /><br />Sebagai informasi, sekolah bola pertama di Kabupaten Sekadau itu memiliki 45 murid usia 8-15 tahun. Targetnya, murid usia 17 juga akan belajar di sekolah bola pertama ini.</p> <p style="text-align: justify;"><br />Untuk tenaga pengajar, beberapa diantara Guru yang mengajar sudah mendapatkan lisensi Nasional. <strong>(Bgs/das)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.