Revitalisasi Perkebunan Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengharapkan peningkatan kinerja subsektor potensial di Kaltim, melalui program revitalisasi perkebunan diharapkan terjadi percepatan peningkatan taraf hidup masyarakat utamanya kesejahteraan rakyat. <p style="text-align: justify;">"Kita sudah selesaikan satu juta hektare tahap pertama. Sekarang menuju satu juta hektare tahap kedua dan program ini harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Etnawati di Samarinda, Jumat.<br /><br />Pembangunan sub sektor perkebunan, menurut dia, merupakan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan. Terutama pemerintah dan masyarakat serta dunia usaha yang harus terus terjalin dengan sinergi yang kuat, katanya.<br /><br />"Pemerintah selaku pembuat kebijakan dan regulasi memiliki kewajiban untuk menetapkan berbagai program yang mengarah serta mendukung pembangunan dan pengembangan sub sektor perkebunan pada pemberdayaan masyarakat," kata Etnawati.<br /><br />Sementara masyarakat sebagai pelaku utama yang bertindak langsung dalam kegiatan perkebunan hendaknya mampu membangun jaringan dan kemitraan usaha serta melakukan tata kelola secara optimal, katanya.<br /><br />"Demikian halnya, dunia usaha atau pelaku usaha sebagai mitra pemerintah harus mampu memberikan dukungan bagi pelaku utama atau pekebun. Khususnya, dorongan atau motivasi nyata bagi perkembangan usaha perkebunan rakyat," kata Etnawati.<br /><br />Misalnya, dukungan ketersediaan sarana pertanian berupa pupuk dan di Kaltim sejak lama sudah terdapat pabrik penyubur tanaman tersebut. Tentunya dukungan kemitraan dari perusahaan pupuk itu sangat diperlukan, katanya.<br /><br />"Ketersediaan pupuk guna mendukung percepatan pengembangan sub sektor perkebunan tidak dapat dihindari. Sehingga, kemitraan dan dukungan perusahaan penyubur tanaman ini sangat diharapkan agar kegiatan terus berkelanjutan," kata Etnawati.<br /><br />Program revitalisasi yang digalakkan pemerintah saat ini selain untuk pembaruan tanaman yang sudah tua, juga melakukan pembentukan lembaga yang lebih kuat serta didukung sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, katanya.<br /><br />"Revitalisasi perkebunan diusianya ke-58 ini hendaknya mampu memberikan makna yang besar. Terutama bagi keberlangsungan pembangunan dan pengembangan sub sektor perkebunan untuk pertumbuhan ekonomi," kata Etnawati. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.