Ribuan Guru Ikuti Seminar Pendidikan di Melawi

MELAWI, KN – Dalma rangka HUT PGRI ke 73 PGRI Melawi melaksanakan seminar Pendidikan dengan mengangkat tema Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul, Selasa (19/11) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi. Kegiatan tersebut dihadiri Ribuan guru di dari berbagai kecamatan yang ada Melawi.

“Panitia awalnya hanya menargetkan 900 peserta dalam seminar ini. Ternyata yang terdaftar hingga pagi ini sudah mencapai seribuan guru dari seluruh kecamatan,” kata Ketua PGRI Melawi, Suryansyah, saat pembukaan kegiatan.

Lebih lanjut Ia mengatakan, seminar ini diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru untuk mencetak generasi unggul di Melawi. Peringatan HUT PGRI tersebut tidak hanya kegiatan seminar yang dilaksanakan, namun juga melaksanakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) yang diikuti ratusan guru.

“Selain seminar Pendidikan, PGRI Melawi juga menggelar sejumlah kegiatan seperti Porseni Guru yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono dan diikuti kurang lebih 300 an guru dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Porseni yang memperlombakan sejumlah cabang olahraga dan perlombaan mulai dari badminton, tenismeja, vollyball, musabaqah tilawatil quran, belajar mengajar, senam PGRI, menyanyi vokal, hingga cabang seni tari. ,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji menilai PGRI harus lebih memaksimalkan perannya. Menurutnya sebagai organisasi profesi, PGRI sudah melakukan berbagai perjuangan, hanya belum mendapatkan kekompakan dari guru yang ada.

“Hak dan kewajiban guru ini sudah diatur negara dan undang-undang. Ini yang harus dibunyikan PGRI ke pemerintah karena segala regulasi dan administrasi tadi menjadi urusan pemerintah pusat dan provinsi,” katanya.

Untuk kesejahteraan pegawai, termasuk guru di Melawi, Panji mengakui dirinya sudah ikut memperhatikan. Diawal menjabat, ia telah menaikkan tunjangan kesejahteraan pegawai kurang lebih 100 persen. “Silahkan saja cek Kespeg se Kalbar. Kespeg tertinggi pasti di Melawi,” katanya.

Perhatian pada guru, menurut Panji menjadi hal yang penting, karena guru adalah agen perubahan. Perubahan sikap generasi saat ini, sangat tergantung dengan guru. Ia pun mengatakan, dirinya bisa menjadi seperti ini, karena tangan-tangan dingin guru serta IQ guru yang telah mendidiknya.

“Pembangunan apapun dinegeri ini, tanpa manusia yang bersumber daya, tak akan mampu kita bersaing dengan dunia. Yang membangun SDM adalah guru melalui Pendidikan karakter generasi penerus,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Kalbar, Samion mengatakan Guru saat ini sekarang harus diperjuangkan kesejahteraannya. Berikan hak guru agar semakin kreatif dan inovatif. Jangan hanya dituntut mengurus administrasi saja.

Samion mengatakan guru saat ini kerap terkendala dalam rumitnya administrasi untuk mendapatkan hak-haknya seperti tunjangan profesi guru serta berbagai tunjangan lainnya. Belum lagi kewajiban guru yang harus membuat karya tulis ilmiah bila ingin naik pangkat.

“Kita sarankan ke pemerintah agar bagaimana guru bisa dipermudah dalam mencairkan tunjangan sertifikasi. Sekarang mau pencairan tunjangan, harus fotocopy ini, fotocopy itu. Belum lagi mesti urus pemberkasan ini itu,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.