RSUD Sampit Berikan Pengobatan Gratis Penderita DBD

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) akan memberi pelayanan pengobatan gratis kepada pasien yang menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD). <p style="text-align: justify;">"Pengobatan gratis yang kami sediakan hanya untuk kelas III. Pelayanan tersebut berlaku bagi seluruh masyarakat Kotim baik yang kaya maupun miskin," kata Direktur RSUD dr Murjani Sampit, Kotim, Ratna Yuniarti di Sampit, Senin.<br /><br />Selama menjalani pengobatan di rumah sakit, pasien penderita DBD tidak dipungut biaya karena telah ditanggung pemerintah melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).<br /><br />Pelaksanaan pengobatan gratis tersebut berdasarkan instruksi Bupati Kotim Supian Hadi dan pihak rumah sakit sebagai pelaksana di lapangan akan menindaklanjutinya.<br /><br />Untuk mendapat pengobatan gratis penderita DBD nantinya cukup menunjukan identitas diri, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) akan langsung diberi pelayanan oleh petugas medis.<br /><br />Pengobatan gratis kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang menderita penyakit DBD dilakukan untuk mencegah bertambahnya korban meninggal dunia.<br /><br />Menurut Ratna, penderita DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit sepanjang November 2011 cenderung meningkat dibanding dengan bulan sebelumnya.<br /><br />Saat ini pasien DBD yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 11 orang dan seluruhnya berasal dari Kotim.<br /><br />"Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penderita DBD yang menjalani perawatan di rumah sakit kami akan memberdayakan seluruh ruangan yang ada di rumah sakit dr Murjani Sampit," katanya.<br /><br />Jumlah ruang perawatan pasien di rumah sakit dr Murjani Sampit saat ini masih sangat terbatas. Untuk itu pihak rumah sakit akan memberdayakan ruangan yang ada.<br /><br />Daya tampung rumah sakit sebanyak 202, termasuk ruang perawatan bayi dan karena ruangan tersebut tidak mungkin dipergunakan untuk pasien selain bayi maka hanya mampu menampung 170 pasien saja.<br /><br />Ia berharap kepada masyarakat yang menderita penyakit DBD tidak terlambat melakukan pengobatan, sebab hal tersebut dapat berakibat fatal, yakni berujung pada kematian.<br /><br />Selama ini tidak tertolongnya nyawa penderita DBD di Kotim karena sebagian dari mereka saat datang di rumah sakit sudah dalam kondisi stadium tinggi atau akut, tubuh kejang-kejang.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.