Ruas Jalan Nanga Tebidah Perlu Perhatian Pemerintah

SINTANG – Musim hujan membuat Jalan Tebidah licin dan berbahaya dilewati. Hal itu terlihat dari salah satu akun media sosial yang memaparkan kondisi dari jalan tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabuten Sintang yang merupakan Dapil Kayan Hilir dan Kayan Hulu, Hardoyo membenarkan kondisi jalan Tebidah yang saat ini semakin rusak terlebih lagi saat musim penghujan.

“Kondisi tersebut memang benar, apalagi beberapa hari ini curah hujan cukup tinggi, jalan di daerah tersebut licin dan tentunya berbahaya bagi pengendara yang melintas di daerah tersebut,” ujarnya ketika dihubungi via telepon selular, Selasa (3/6).

Hardoyo mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah dianggarkan sebesar 15 Miliar Rupiah hanya saja belum tersedia karena masih dalam proses administrasi di Pemerintah Provinsi.

“Jika memang anggarannya sudah ada, kami berharap Pemerintah Provinsi untuk segera merealisasikannya mengingat jalan tersebut digunakan oleh banyak orang. Dengan jalan yag baik maka akan mempermudah transportasi atau angkutan barang dan orang menuju kecamatan Kayan Hulu atau Nanga Tebidah,” ucapnya.

Hardoyo juga berharap masyarakat dapat bekerjasama dalam memajukan daerah, salah satunya adalah membantu membangun infrastruktur jalan di daerah tersebut, seperti menghibahkan tanahnya untuk pembangunan jalan.

“Bagi warga yang lahan atau tanahnya yang terkena gusuran dapat mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan jalan tanpa harus menuntut ganti rugi. Jika infrastruktur jalan baik maka secara otomatis perekonomian juga akan semakin baik,” tuturnya.

Politisi PKP Indonesia ini mengimbau agar masyarakat untuk berhati-hati melewati jalan Tebidah tersebut, terlebih lagi saat ini curah hujan cukup tinggi sehingga membuat jalan tersebut licin.

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati selama perjalanan ketika melintasi jalan tersebut apalagi sekarang musim penghujan dan cuaca juga tidak menentu,” tukasnya. (YL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.