Rupinus: Proficiat Untuk Kedua Diakon

SEKADAU, KN РBupati Sekadau Rupinus, SH, M.Si ikut bersama umat Katolik pada perayaan syukur dua diakon Pasionis di Gereja Katolik Santa Maria Berdukacita Paroki Santa Maria Diangkat ke Surga, Sungai Ayak Kabupaten Sekadau Kamis, 21 November 2019. Kedua orang diakon pasionis yang ditahbiskan itu yakni diakon Damasku Damas, CP dan Diakon Antonius Bulau, CP.

Hadir juga dalam perayaan syukur dua diakon pasionis itu Bupati Sekadau Periode 2005-2010 – 2010-2015 Simon Petrus, S.Sos, M. Si didampingi isterinya, Scolastika Simon Petrus. Selain itu hadir juga ketua GOW Kabupaten Sekadau, Kepala Dinas koperasi dan UKM, Camat Belitang Hilir dan Kepala Bagian Humas.

Misa syukur pentahbisan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Giuliuo Mencuccini. CP dan didampingi puluhan Pastor dari berbagai konggregasi/ordo.
Para pastor, frater, bruder dan suster Pasionis juga ikut hadir dalam misa tahbisan Diakon Damas dan Diakon Anton tersebut.

Bupati Sekadau Rupinus dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada kedua Diakon pasionis yang ditahbiskan oleh yang mulia Uskup keuskupan sanggau.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sekadau mengucapkan proficiat, selamat kepada kedua Diakon yang baru saja di tahbiskan, kita berdoa bersama untuk mendoakan kedua Diakon ini agar sampai pada penerimaan Sakramen Imamat,” ucapnya.

Terimakasih kepada orang tua kedua diakon yang baru saja di tahbiskan. Tidak mudah menitipkan putranya hidup membiara menjadi imam,” tutur Bupati Rupinus.

Bupati Rupinus yakin Tuhan akan selalu bersama kedua diakon ini dalam karya kasih sebagai gembala umat. Tuhan tidak akan tidur dan pasti akan menyertai perjalanan kedua diakon ini sampai pada sakramen imamat.

Ia berharap agar lebih banyak lagi muncul diakon-diakon yang baru ditengah umat katolik, karena umat katolik semakin berkembang tetapi imam yang memberi pelayanan kepada umat masih kurang.

“Berharap banyak anak-anak muda, keluarga katolik yang mau menjadi imam,” harapnya.

Uskup Sanggau Giuliuo Mencuccini, CP dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya apabila mendengar adanya pentahbisan. Uskup juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada orang tua kedua Diakon yang ditahbiskan

“Saya mengucapkan terimakasih sekali lagi kepada orang tua yang telah rela memberikan anak mereka kepada Tuhan dan kepada para Pastor Pasionis yang telah mendidik mereka sampai pada hari ini sehingga bisa ditahbiskan menjadi Diakon,” ucapnya.

Menurut Uskup, Jaman sekarang tidak mudah menjadi diakon, namun yakin dan percaya dengan kesabaran pasti ada kerahiman Tuhan, sehingga akan banyak keluarga katolik yang terpanggil menjadi Imam, Pastor, Frater, Suster dan Bruder.

“Kita harus harus sabar menanti kerahiman Tuhan,” pesan Uskup.

Diakon yang baru saja dibaptis diharapkan selalu menjalankan tugas sebagai pewarta Allah dan selalu bersikap rendah hati.

“Anda berdua telah dipilih oleh Tuhan. Bukan karena pendidikan yang diperoleh melainkan karena kasih serta kepercayaan kepada kasih Tuhan. Kalian harus dapat mengasihi Kristus lebih dari yang lain. Jangan meninggalkan doa, hendaklah anda berdoa dalam kesunyian. Alkitab adalah dasar dari iman kita. Dan saya mohom kepada kita semua untuk sungguh-sungguh mendoakan dua diakon ini, agar mereka sungguh memberikan pelayanan kasih kepada umat,” pesannya.

Sementara, Pastor provinsial Pasionis pastor Nikodemus Jimbun, CP mengatakan, kedua diakon ini harus Melayani tingkat dewa.

“Harapan konggregasi, mereka tidak hanya tahbiskan diakon tetapi sampai tahbisan imamat,” ujarnya.

Untuk diketahui, diakon Damasku Damas, CP lahir di Mondi 18 Juli 1991. Anak ketujuh dari tujuh bersaudara buah kasih dari pasangan Bapak Petrus Tonsan dan Ibu Agata Mani.

Moto panggilan “aku bersyukur kepada-Mu Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu engkau sembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi engkau nyatakan kepada orang kecil (Mat. 11: 25).

Sementara itu diakon Antonius Bulau, CP lahir di Beruduk 4 Maret 1990. Anak ke-8 dari 8 bersaudara, buah kasih dari pasangan Bapak Rafael Abel dan ibu Maria Jangek. Moto panggilan “(1 Samuel 16:7) janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah, manusia melihat yang didepan mata, tetapi tuhan melihat hati. (hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.