Santi Tenggelam Karena Sakit

Melawi (Kalimantan-News) – Kapolres Melawi melalui Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Markus mengatakan, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh Santi (17), seorang gadis belia yang tenggelam Di Sungai Pinoh Desa Labai Mandiri. Menurut keterangan keluarganya bisa dipastikan Santi tenggelam karena penyakitnya.

“Menurut orang tua korban dan pamannya bahwa korban memiliki Riwayat penyakit Epilepsi atau ayan sejak umur 11 tahun. Menurut oraang tua korban terakhir korban kambuh sakitnya berupa epilepsi sebulan yang lalu di rumahnya. Orang tua dan pamannya sempat kami sarankan untuk dilakukan visum namun menolak dengan alasan sudah ikhlas dan menerima musibah yang terjadi karena sudah mengetahui korban memang ada riwayat sakit epilepsi,” ungkap Markus, Senin (14/10).
Sebelumnya, Santi diketahui tenggelam pada Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 11.30 WIB, Santi yang diketahui meminta izin kepada orangtuanya untuk turun mandi seorang diri ke Sungai Pinoh depan rumahnya,
” sesuai keterangan para saksi, korban mandi berdiri diatas batu yang ada di sungai, dengan kedalaman sungai kurang lebih 30 cm, dan di hilir sungai kurang lebih 10 meter dari lokasi korban, ada 2 orang saksi sedang mandi. Sekitar pukul 13. 30 wib saksi melihat sandal dan gayung yang dipakai korban untuk mandi hanyut ke bagian hilir sungai dan saksi melihat korban sudah tidak ada, serta saksi melihat sekitar TKP tapi tidak melihat korban, kemudian saksi naik atas rumah korban dan memberitahu ibu korban, kemudian ibu korban datang utk menyusul ke sungai sekira pukul 14.00 wib, dan korban di ketahui jatuh ke sungai karena orang tua korban menemukan gayung tempat penyimpanan sabun dan sepasang sandal yang digunakan korban tersebut sudah berhanyut ke hilir sungai,” terangnya.
Setelah dipastikan tenggelam, warga melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai hingga mala hari. Namun korban baru bisa ditemui pada Senin pagi (14/10/2019) sekitar pukul 05.30 WIB, ” yang menemukan orang tua korban ( bapaknya ). Korban ditemukan di hilir TKP sekira 100 meter dengan kondisi korban timbul dan memutar diatas pusaran air dan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan jenasah korban dibawa kerumah untuk mandikan serta disemayamkan,” pungkasnya. (KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.