Sasaran Musim Tanam Padi Barito 11.878 Hektare

Sasaran musim tanam Oktober-Maret 2012/2013 di sejumlah sentra tanaman padi sawah dan ladang di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah ditargetkan seluas 11.878 hektare dengan sasaran produksi 25.456 ton gabah kering giling (GKG). <p style="text-align: justify;">Diperkirakan, musim tanam padi sudah dimulai sekitar pekan ke dua Oktober nanti, kata Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barito Utara Iwan Fikri di Muara Teweh, Kamis.<br /><br />Menurut dia, sasaran tanaman padi sawah mencapai 2.010 hektare tersebar di wilayah Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 9.868 hektare tersebar di enam kecamatan.<br /><br />Untuk meningkatkan produksi pangan itu pada tahun ini dilakukan dengan mengoptimalkan pelaksanaan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) yakni pada musim tanam Oktober-Maret ditargetkan seluas 2.000 hektare untuk padi sawah non hibrida.<br /><br />Sedangkan untuk padi di lahan kering seluas 3.675 hektare yang difasilitasi benih bantuan stimulan benih padi unggul melalui program Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) serta pertanaman reguler.<br /><br />Bantuan stimulan ini disalurkan dua periode musim tanam yaitu musim tanam April-September (Asep) 2012 dengan sasaran hanya 450 hektare dan Okmar 2012/2013, katanya .<br /><br />Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura,Yudi Eldovi Rakhman.<br /><br />Iwan mengatakan, dalam peningkatan produksi pangan di daerah ini untuk Okmar nanti dikembangkan lahan persawahan tersebar di empat kecamatan sentra padi meliputi Kecamatan Teweh Tengah, Montallat, Gunung Timang dan Teweh Timur dengan target produksi padi 6.432 ton GKG.<br /><br />Sementara, padi ladang atau padi gunung (lahan kering) dilaksanakan tersebar di enam kecamatan selian empat kecamatan tersebut ditambah Kecamatan Gunung Purei dan Lahei dengan target 10.025 ton GKG "Kami harapkan musim tanam tahun ini tidak mengalami kendala diantaranya ancaman banjir dan hama," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, untuk mencapai peningkatan produksi pangan itu diterapkan dua program utama yaitu, ekstensifikasi pertanian atau perluasan areal tanam, optimalisasi lahan dan penyempurnaan prasarana usaha tani.<br /><br />Selain itu, intensifikasi pertanian melalui penerapan sarana produksi, pupuk, benih unggul dan penerapan alsintan (alat mesin pertanian) atau yang lebih dikenal dengan panca usaha tani.<br /><br />Kemudian meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari satu menjadi 1,5 IP terutama daerah daerah lahan sawah beririgasi teknis adalah salah satu fokus perluasan areal tanam akan dilakukan di daerah-daerah irigasi yang lahannya masih banyak terlantar atau yang jarang dibuka petani setiap tahun.<br /><br />Selain pada daerah-daerah terlantar pihaknya juga akan berupaya meningkatkan sumber daya manusia petani dengan melakukan pembinaan, pendampingan dan penyuluhan kepada kelompok tani yang ada di daerah ini, jelasnya.<br /><br />Produksi padi 2011 salah satu kabupaten pedalaman Sungai Barito ini sebesar 24.664 ton GKG terdiri atas padi sawah 5.062 ton dan padi ladang 19.602 ton.<br /><br />"Kami terus mengembangkan program peningkatan produksi pangan guna meraih swasembada pangan pada 2013, selain itu Pemkab Barito Utara juga mendukung surplus nasional 10 ton pada 2014," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.