Sat Lantas Selesaikan Kasus Laka Anak Bawah Umur Dengan Diversi

MELAWI – Kasus Kecelakaan Lalu Lintas melibatkan anak dibawah umur yang terjadi di wilayah Polres Melawi ditangani diversi oleh Satuan Lalulintas Polres Melawi, Kamis Sore (5/4) kemarin.

Diversi tersebut dilakukan dipimpin Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, yang juga Kanit Lakalantas, petugas balai Pemasyarakatan (Bapas) Sintang, Dinas Sosial Melawi, DP2KBP3A Melawi, Anggota Unit Laka Sat Lantas Polres Melawi, keluarga korban maupun terlapor.

“Ada dua Laporan Polisi yang kita lakukan diversi, yang pertama Laporan Polisi Nomor : LP/20.11/12/IX/2017/LL, tanggal 30 November 2017 TKP Jalan Provinsi Nanga Pinoh – Kotabaru KM.7, terlapor dengan inisial M (13), perempuan, pelajar, alamat Desa Paal, sedangkan korban YV (13) perempuan, pelajar, Dusun Kayu Baung Desa Pemuar yang mengaalami luka ringa,” kata Aang ditemui, Jumat (6/4).

Lebih lanjut Ia mengatakan, kasus yang kedua Laporan Polisi Nomor : LP/20.11/15/XII/2017/LL, tanggal 20 Desember 2017 TKP di jalan Provinsi Nanga Pinoh – Sintang Desa Sidomulyo tepatnya depan terminal bus. Terlapor berinisial D (17) warga Desa Tekaban Kecamatan Belimbing, korban berinisial NA (37) seorang IRT yang beralamat Desa Sidomulyo tepatnya di komplek terminal bus sidomulyo.

Aang menyampaikan dengan diadakannya upaya diversi ini mempertemukan keluarga korban dengan keluarga terlapor dan Bapas Sintang, untuk penyelesaian secara kekeluargaan diluar peradilan pidana. Menurutnya, upaya diversi merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh penyidik terhadap anak yang berhadapan dengan Hukum sesuai UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.

“Diversi ini dilakukan untuk mencapai solusi terbaik untuk kedua belah pihak, dengan tujuan utama untuk mencapai perdamaian antara korban dan Anak, untuk menghindari anak dari masalah hukum. Allahamdulilah dalam kegiatan tersebut telah tercapai kesepakatan antara masing-masing pihak yang terlibat kecelakaan ( pelaku dan korban ) sehingga proses pelaksanaan Diversi dinyatakan berhasil, masing-masing terlapor telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing dengan pengawasan dari Bapas Sintang selama 3 bulan,” pungkasnya.(Edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.