Satgas Desa Periksa 22 Desa di Melawi

MELAWI – Ada 22 desa yang diperiksa oleh Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa beberapa waktu lalu. Bahkan beberapa desa di Melawi juga informasinya dilaporkan. Hal itu disampaikan Bupati Melawi, Panji, beberapa waktu lalu di rumah jabatannya.

Satgas Desa merupakan satuan tugas yang yang dibentuk untuk melakukan pengawasan untuk penggunaan dana desa. Satgas tersebut dibentuk Kemendesa, dan disebut-sebut sempat turun ke kabupaten Melawi beberapa waktu lalu. Satgas Desa ini informasinya melakukna monitoring serta evaluasi penyaluran serta penggunaan DD pada 22 Desa di Melawi.

“Ia memang benar 22 Desa di Melawi disebutnya sedang dipantau, terkait dengan informasi yang masuk. Pemantauan ini sendiri untuk memastikan kebenaran atau berita terkait desa-desa tersebut. Setelah pemantauan, ternyata desa-desa ini tidak ada masalah. Tinggal kedepan bagaimana perencanaannya. Bagaimana dana desa itu dikelola dan direncanakan dengan baik,” katanya.

Panji pun memastikan bahwa tidak ada masalah terkait pengelolaan dana desa untuk 22 desa tersebut. Tindaklanjut dari Satgas Dana Desa ini sebatas mengecek informasi yang mungkin saja masuk ke instansi tersebut.

“Tapi kedatangan mereka tentu sangat baik, kita berikan apresiasi. Karena ini juga demi kebaikan desa untuk mengelola dana desa benar-benar sesuai dengan aturan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Melawi, Junaidi menjelaskan, bahwa kehadiran Satgas Dana Desa ini hanya sekedar melakukan monitoring terhadap penyaluran dana desa di Melawi.

“Mereka juga melakukan pengecekan kegiatan fisik di lapangan. Mengambil contoh beberapa desa. Satgas ini tidak memeriksa. Kecuali memang kalau ada laporan dari masyarakat. Tapi Melawi justru aman-aman saja,” jelasnya.

Junaidi melanjutkan 22 desa yang menjadi target monitoring, sebenarnya dikarenakan keterlambatan dalam proses pencairan dana desa untuk tahap dua. Hal ini sebenarnya sudah sering terjadi dimana ada desa yang terlambat dalam mencairkan dana desa.

“Jadi Satgas turun untuk menanyakan apa kendala sehingga terlambat mencairkan dana desa. Setelah pertemuan itu, semua desa sudah siap untuk pencairan DD tahap dua,” katanya.

Melawi, kata Junaidi sebenarnya hanya menjadi sampel dari beberapa kabupaten di Kalbar. Ia bahkan menyebut, ada kabupaten lain yang bahkan belum sama sekali mencairkan DD tahap dua. Keterlambatan ini sendiri juga lebih pada persoalan administrasi, seperti laporan yang belum dibuat serta keberadaan desa yang jauh dari ibukota kabupaten.

“Terlambat cair ini biasa terjadi. Tapi serapan dana desa kan selalu habis setiap tahun. Untuk tahap dua, pencairan terakhir sampai Juni. Sampai hari ini informasinya sudah semua desa mencairkan tahap dua yakni 40 persen dari total alokasi dana desa,” jelasnya.

Sementara itu salah satu tim Satgas Dana Desa, Kismoyo Hadi di tempat terpisah mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Melawi hanya untuk melakukan pembinaan sekaligus mendorong desa-desa yang ada di Melawi secepatnya mencairkan dana desa tahap dua.

“Kami datang kemari untuk membina jangan takut. Kalau kami hendak melakukan penindakan yang kami bawa bukan staf saya yang cantik, tapi dari kejaksaan dan kepolisian, jadi silakan sampaikan saja kendala apa yang dihadapi,” katanya.

Selain persoalan tersebut Kismoyo Hadi juga berpesan agar setiap desa bisa memasang spanduk APBDES di tempat yang mudah diakses. Sebab dia melihat masih banyak desa yang belum memasang spanduk.
“Karena ini juga menyangkut transparansi keuangan. Supaya masyarakat bisa memantau langsung sehingga tidak menimbulkan pertanyaan lagi,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.