Satu Lagi Penderita HIV/AIDS Di Balikpapan Meninggal

Satu lagi penderita HIV/AIDS di Kabupaten, Balikpapan, Kalimantan Timur, meninggal dunia, setelah sebelumnya salah seorang yang terinfeksi HIV juga meninggal dunia. <p style="text-align: justify;">Korban terakhir itu mweninggal setelah sempat mendapat perawatan selama satu bulan di RS Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, pada bulan Oktober, kata Ketua Komunitas Peduli HIV/AIDS (KPA) Plus Penajam Paser Utara, Jodi, Sabtu.<br /><br />Ia mengungkapkan, selama dua bulan di tahun 2012 ini, penyakit HIV sudah merenggut dua nyawa penderita HIV/AIDS di Kabupaten Penajam Paser Utara.<br /><br />"Jadi sejak tahun 2005 hingga 2012 ini, sudah 10 penderita HIV/AIDS di PPU meninggal dunia, dan jumlah penderita di Penajam Paser Utara berkurang menjadi 14 orang," jelasnya.<br /><br />Penderita yang meninggal pada akhir pekan lalu ini, lanjut Jodi, masuk dalam pengawasan KPA Plus dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Bahkan, pasien itu selalu diberikan obat, agar bisa tetap bertahan hidup.<br /><br />"Sebelum meninggal penderita itu sempat dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan. Namun, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit, nyawanya tidak tertolong lagi," ungkapnya.<br /><br />Jodi mengaku kecewa dengan penderita tersebut. Karena selama ini selalu memberikan obat namun ternyata jarang mengkonsumsi obat itu. Jodi menilai yang bersangkutan jarang minum obat karena stres memikirkan penyakit yang dideritanya bertahun-tahun tersebut.<br /><br />"Kasihan juga karena stres pikirkan penyakitnya itu, sehingga jarang minum obat. Padahal kan hanya korban karena tertular dari suaminya," ucapnya.<br /><br />Sementara itu, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Penajam Paser Utara, Sutiman, meminta kepada Dinkes dan LSM untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama penyebaran penyakit HIV/AIDS tersebut.<br /><br />"Saya juga prihatin, kepada para penderita itu. Jadi untuk melakukan penanggulangan HIV/AIDS harus segera dilakukan sosialisasi terhadap seluruh elemen masyarakat," katanya.<br /><br />Ditegaskan Sutiman, masyarakat harus segera diberi pengertian tentang HIV/AIDS. Sehingga seluruh masyarakat, tua maupun muda dapat mencegah terinfeksi dari virus tersebut.<br /><br />Kasi Pemberantasan Penyakit Menular, Dinkes Penajam Paser Utara, Ponco menjelaskan, penyakit HIV/AIDS ini jumlahnya bisa bertambah, terutama di wilayah lokalisasi terselubung, yang tersebar di wilayah Penajam Paser Utara.<br /><br />"Terus terang kalau sosialisasi hanya dibebankan kepada Dinkes jelas tidak bisa, karena kami ada keterbatasan anggaran. Apalagi ada 54 desa/kelurahan yang harus menjadi sasaran sosialisasi," katanya Untuk itu, lanjut Ponco, tanpa ada bantuan pihak luar maka pihaknya akan kesulitan melaksanakan kegiatan ini. Beberapa waktu lalu sempat melakukan sosialisasi, dananya ditanggung desa yang bersangkutan.<br /><br />"Para anggota DPRD juga harus ambil peranan dalam pelaksanaan sosialisasi HIV/AIDS ini. Jadi kami harapkan DPRD juga bisa membantu sosialisasi," ujarnya. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.