Satu Minggu Berkibar di Lereng Bukit Kelam, Sang Merah Putih Raksasa di Turunkan

SINTANG, KN – Setelah sukses dibentangkan di lereng Bukit Kelam, pada Minggu 18 Agustus 2019 silam, akhirnya sang Merah Putih raksasa yang berukuran 180 x 48 M dengan berat 500 kg, kembali diturunkan pada Minggu , (25/8/19).

Penurunan Sang Merah Putih raksasa tersebut dilakukan oleh 25 orang Tim ekspedisi pendaki yang dipimpin langsung oleh Pasi Intel Yonif 642 Kapuas, Lettu Inf Sumarno.

Dalam penurunan sang Merah Putih raksasa tersebut melibatkan tim dari Batalyon Inf 642 Kapuas, Vertikal Rescue Bandung, dan Kompass Universitas Kapuas Sintang.

Penurunan bendera itu sendiri juga dirangkai dengan bhakti sosial dengan melakukan pengumpulan sampah khususnya yang berada di sekitar jalur pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kelam Sintang, bersama Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Sintang 4 orang, Dinas Lingkungan Hidup Sekadau 1 orang dan KPS 1 orang.

Pasi Intel Batalyon 642 Kapuas, Lettu Inf Sumarno pada media ini mengatakan bahwa dalam penurunan Sang Merah Putih Raksasa dari lereng Bukit Kelam tersebut melibatkan 25 orang tim ekspedisi pendaki.

Yang terlibat dalam penurunan Merah Putih raksasa tersebut yaitu dari Batalyon Inf 642 Kapuas,Vertikal Rescue Bandung, Kompass Universitas Kapuas dan Forum Peduli Ibu Pertiwi

“Ya kali ini dalam penurunan Sang Merah Putih Raksasa yang telah kita bentangkan seminggu lalu, kita melibatkan 25 anggota baik dari Batalyon Inf 642 Kapuas,Vertikal Rescue Bandung, Kompass Universitas Kapuas dalam penurunan ini sekaligus bhakti sosial dengan membersihkan sampah sekitar pendakian dibantu oleh adik adik kita dari Komunitas Pendaki Sintang , Dinas Lingkungan Hidup Sekadau dan KPS,”ujarnya.

Lanjut Sumarno, untuk teknis penurunan dilakukan secara manual seperti saat pembentangan, dia memohon doa agar tim tuntas menunaikan tugasnya hingga selamat sampai ke kaki bukit kelam.

Sementara itu, Daniel Ketua Komunitas Pendaki Kalimantan Cabang Sintang mengaku bersama 6 orang rekanya turut membersihkan sampah di lokasi tersebut.

“Kami sudah ijin BKSDA membersihkan sampah disekitar pendakian, ini juga terinspirasi dari hati nurani kami saat turut melakukan pembentangan sang merah putih minggu lalu,”ucapnya.

Daniel dan rekananya sebenar berkeinginan untuk membantu penurunan sang merah putih raksasa tersebut namun sudah dinyatakan cukup anggotanya, maka dirinya turut bergabung didalam bhakti sosial membersihkan sampah. (SSI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.