Sebagian RS Di Kalsel Belum Miliki Ipal

Sebagian besar rumah sakit di Kalimantan Selatan belum memiliki instalasi pembuangan air limbah sehingga dikeluhkan sebagian masyarakat di sekitar rumah sakit tersebut. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Rosihan Adhani di Banjarmasin, Rabu, mengatakan, berdasarkan aturan seharusnya seluruh rumah sakit harus memiliki instalasi pembuangan air limbah (IPAL).<br /><br />"Kenyataannya dari beberapa rumah sakit di Banjarmasin baik swasta maupun milik pemerintah, baru RSUD Ulin Banjarmasin yang memiliki Ipal," katanya.<br /><br />Dengan demikian, kata dia, untuk sementera rumah sakit tersebut membuang dan mengelola limbahnya dengan cara dititipkan di rumah sakit terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.<br /><br />Ke depan, tambah Rosihan, pihaknya akan menghimbau dan mendorong seluruh rumah sakit membangun Ipal sehingga limbah yang ada tidak mencemari lingkungan sekitar, terutama jangan sampai mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi rumah sakit.<br /><br />Pernyataan Rosihan tersebut menjawab keluhan beberapa warga yang tinggal di sekitar salah satu rumah sakit swasta di Banjarmasin, yang terganggu oleh pembuangan limbah yang tidak semestinya.<br /><br />Selain masalah limbah industri dan rumah sakit, saat ini warga Banjarmasin juga dihadapkan pada persoalan pencemaran bakteri ecoli yang berasal dari tinja manusia yang cukup tinggi.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Badan Lingkungan Hidup Rakhmadi Kurdi yang baru saja dilantik sebagai Kepala Dinas Kehutanan mengatakan, pencemaran air limbah di Banjarmasin sudah mengkhawatirkan.<br /><br />Menurut dia, air sungai dan air lingkungan permukiman penduduk tercemar berat tinja manusia, karena kebiasaan warga yang buang "air besar" langsung ke sungai.<br /><br />Bakteri ecoli di sungai Banjarmasin tercatat 1600 ppm, sementara batas baku mutu hanya 130 ppm sehingga pencemarannya sudah tinggi.<br /><br />"Kalau pencemaran bakteri ecoli sudah tidak terhitung lagi, lebih dari batas maksimal baku mutu sebesar 1600 ppm," katanya.<br /><br />Kondisi tersebut diperparah dengan pembuangan air limbah rumah tangga dan industri yang juga tinggi sehingga membahayakan kesehatan masyarakat.<br /><br />Untuk mengatasi hal tersebut, kini PD IPal Banjarmasin telah memiliki tiga lokasi pengolahan air limbah berkapasitas 500 meter kubik per hari.<br /><br />Rencananya untuk mengurangi pencemaran tersebut akan ada 14 titik lokasi sehingga kian banyak air limbah yang diolah kemudian baru dibuang ke lingkungan agar lingkungan tetap sehat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.