Sebanyak 700 Pelajar SMK di Melawi Jalani UNBK

MELAWI – Untuk memastikan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah menengah Kejuruan (SMK) di Melawi berjalan lancar, Bupati Melawi, Panji didampingi Sekda, Kepala Disdikbud dan Kabag humas melakukan peninjauan secara langsung ke sejumlah SMK di Nanga Pinoh, Senin (25/3). Dari hasil pantauan tersebut, tidak ada kendala di hari pertama pelaksanaan UNBK itu.

“Saya lihat dari berlansungnya pelaksanaan UNBK ini semuanya siap dan berjalan dengan baik. Bahkan tadi saya berbincang dengan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, itu mengatakan persiapan sudah dilakukan dengan matang. Bahkan listriknyapun dipersiapkan dengan genset khusus, artinya sudah antisipasi tidak hanya mengandalkan listrik negara,” ungkap Panji.

Panji mengakui bahwa awalnya yang sangat dikhawatirkannya adalah pemadaman listrik, dimana ketika UNBK sedang berlansung listrik tiba-tiba padam. Namun hal itu tidaklah perlu dikhawatirkan karena sudah ada antisipasinya beerupa genset.

“Persiapan lainnya, saya juga mendapat informasi bahwa sudah ada persiapan pelatihan menjelang UNBK ini. Saya yakin tidak ada amasalah dan berjalan dengan baik. Kehadiran siswa juga lengkap dan tidak ada yang tidak hadir, begitu pula dengan komputernya,” paparnya.

Panji berharap, seluruh peserta SMK bisa memperoleh hasil yang baik, lulus dengan nilai-nilai yang baik-baik. “Dimana jika peserta sudah bisa mencetak hasil yang baik, maka ada harapan pada diri mereka para siswa untuk bisa berkembang dan bisa melanjutkan pendidikan sebagaimana mestinya,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Sub Rayon SMK yang juga selaku ketua MKKS SMK, Yuce Alpiokta mengatakan, Kegiatan UNBK SMK untuk seluruh kabupaten Melawi ini sebanyak 700 peserta, yang terdiri dari 12 SMK se kabupaten Melawi, tersebar di sejumlah kecamatan.

“Kalau untuk Siswa di SMK Negeri 1 Nanga Pinoh ini, itu sebanyak 197 siswa yang terbagi dua jurusan yakni komputer jaringan dan akuntansi. Sementara untuk di SMK Negeri 1 untuk jurusan baru yakni tata busana, namun belum ada yang mengikuti UNBK karena belum ada yang kelas 3. UNBK di SMK ini dilaksanakan 3 sesi,” Jelas wanita yang juga sebagai kepala sekolah SMK negeri 1 Nanga Pinoh itu.

Ia mengatakan, untuk se kabupaten Melawi, dari 700 siswa sebagai peserta UNBK tersebut, baru hanya 3 orang siswa yang dinyatakan tidak mengikuti UNBK, yang belum diketahui alasannya. “Kami baru mendapat informasi itu dari SMK di Kota Baru ada 2 siswa yang berhenti, dan di SMK Nusantara ada 1. Itu informasi sementara yang kami dapatkan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Nusantara, Rade Simamora mengatakan, di SMK Nusantara peserta yang mengikuti UNBK sebanyak 29 orang. Dimana jumlah tersebut mengikuti tiga jurusan yakni komputer jaringan, administrasi perkantoran dan yang baru jurusan tata busana.

“Jurusan tatabusana ini adalah tamatan pertama di SMK Nusantara. Untuk SMK nusantara pelaksanaan UNBK nya dilakukan 2 sesi,” ujarnya.

Rade mengaku, pelaksanaan UNBK dihari pertama tidaklah ada kendala, semua berjalan dengan lancar, terlebih sudah ada persiapan yang dilakukan pihaknya.

“Hingga saat ini belum ada kendala, listrik dan jaringan semua berjalan lancar. Yang kita khawatirkan itu hanya jaringan, namun mudah-mudahan tidak adakendala,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.