Sebanyak 91 Pelanggar Terjaring Dalam Operasi Patuh

Dari tanggal 11 s/d 19 Juli 2011 Sebanyak 91 pelanggar lalu lintas telah terjaring dalam Razia operasi patuh yang digelar oleh Satuan Lalulintas pada Polres Kapuas Hulu. Dari 91 pelanggar tersebut lebih didominasi oleh masyarakat umum dan jenis penanggaran seperti perlengkapan kedaraan bermotor seperti kaca spion, SIM dan STNK. Demikan dikatakan oleh AKP Dwi Budi Murtiono selaku Kasat lantas Polres Kapuas Hulu ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/07/2011). <p style="text-align: justify;">Dijelaskan Dwi bahwa Operasi Patuh itu sendiri dimulai pada tanggal 11 Juli 2011 dan akan berakhir pada tanggal 24 Juli 2011 mendatang dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kepatuhan masyarakat dan pengendaraan dalam mentaati dan mematuhi aturan berlalu lintas. <br /><br />“ jadi Operasi ini dilaksanakan  dari tanggal 11 s/d 24 Juli 2011 mendatang, dan hingga tanggal 19 ini sudah 91 orag pelanggar yang berhasil Kita jarring dalam razia,” terangnya.<br /> <br />Lebih lanjut Dwi mengatakan untuk kecelakaan lalu lintas di Kapuas Hulu saat ini mengalami peningkatan yang mana pada tahun 2009 lalu untuk laka sendiri sebanyak 33, meninggal dunia 17 orang, luka berat 34, luka ringan  42 orang dan kerugian materi sebesar Rp. 152.000.000; sedangkan untuk tahun 2010 laka sebanyak 53, meninggal dunia 17, luka berat 17 orang, luka ringan  71 orang sedangkan kerugian materi sebesar Rp. 137.050.000; dan dalam Operasi Patuh bulan ini berhasil dijaring sebanyak 91 pelanggar.<br /> <br />“Jika Kita lihat tingkat kecelakaan lalu lintas meningkat, untuk itu diharapkan bagi pengguna atau pengendara kendaraan untuk mematuhi aturan lalu lintas yang ada, terutama untuk melengkapi perlengkapan berkendara seperti kaca spion, menggunakan helm standard dan ganda, serta selalu membawa STNK dan SIM saat mengendara kendaraan, namun Saya nilai tingkat kesadaran berlalu lintas di Kapuas Hulu sudah cukup baik, dibandingkan Kabupaten-kabupetan lain memang jumlah kendaraan belum terlalu ramai, namun yang menjadi kendala untuk di Putussibau ini jalannya sempit, seringkali para mobil kesulitan dalam belok, selain itu rambu-rambu lalu lintas juga masih kurang, serta penataan Kota belum begitu pas terutama ya.. masalah jalan itu tadi masih sempit,” tuturnya. <strong>(phs) </strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.