Sejumlah Desa di Kecamatan Pinggir Sungai Pinoh Terendam Banjir

Curah hujan yang tinggi belakangn ini membuat sejumlah desa di 3 kecamatan Pinggir Sungai Pinoh terendam banjir. Bahkan akses menuju Kecamatan Tanah Pinoh (Kota Baru) hingga ke Soan sudah ta bisa dilakukan kendaraan karena terendam banjir. <p style="text-align: justify;">Tidak tanggung-tanggung, sejumlah rumah yang berada di desa sudah terendam, bahkan nyaris menutupi atap rumahnya. Saat ini banjir juga udah mulai merambah ke Kecamatan Kota Baru dan Sayan. Bahkan sejumlah rumah di dua kecamatan itu juga sudah terendam banjir hingga setengah badan rumah.<br /><br />Camat Sokan, Yeskil Leban membenaran banjir cukup tinggi melanda di kecamatan Sokan. Sejumlah desa dan rumah penduduk yang berada di pinggir sungai bahkan di dalam kota Sokan sudah ikut terendam. "Airnya sudah mulai naik sejak tengah malam pukul 24.00 WIB. Ini terjadi tiap tahun setiap menjelang akhir tahun. Tapi ini cukup tinggi banjirnya," katanya.<br /><br />Yeskil mengatakan, infrastruktur jalan dan jembatan juga sudah banyak yang mulai rusak. Sehingga perekonomian masyarakat di 3 kecamatan lumpuh total. "Sejumlah jembatan gantung juga terdorong banjir dan nyaris putus. Jelas membuat perekonomian masyarakat lumpuh total," katanya. <br /><br />Yeskil mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan memantau kondisi dan mendata desa-desa serta perumahan warga yang ikut terendam banjir. "Tim kecamatan sudah mulai turun ke lapangan memantau kondisi di lapangan serta mendata desa dan rumah-rumah yang tenggelam," terangnya.<br /><br />Sementara, warga Desa Muara Tanjung Kecamatan Sokan, Jon Arianto mengatakan, perumahan warga di sekitar kota Sokan sudah banyak yang terendam. Bahkan harta benda warga ikut terendam banjir. <br /><br />"Bahkan informsi teman saya, jembatan keranjik di Kota Baru sudah sudah nyaris putus," bebernya.<br /><br />Ia menmbahkan, masih banyak lagi infrtruktur yang rusak karena bencana alam banjir ini. Bahkan rumah betang di Desa Potai yng cukup tingi udah nyari terendam banjir. <br /><br />"Kalau rumah warg di Potai jangan ditanya. Kantor desa saja sudah terendam," paparnya. <br /><br />Sementara Abang Sholihin mengatakan, yang sedang berada di Kota Baru mengatakan, ketinggian air di jalan poros Kota Baru saat ini sudah mencapai 2 meter. Sementara menuju ke Sokan sekitar 4 meter lebih. <br />“Sampai saat ini belum ada evakuasi dari pihak pemerintah. Kita berharap ada penyaluran ada bantuan dan evakuasi terhadap wrga-warga yang tempat tinggalnya terendam banjir seperti di Sokan dan Kota Baru,” katanya.<br /><br />Terpisah, tata Mangku Negara mengatakan, Banjir di Sokan yang terjadi saatini seperti banjir yang terjdi ditahun 1993. Kondisi saat ini di Sokan, Ketinggian air mencapai 4 meter lebih. <br /><br />“Kemudian jembatan Gantung di Sokan Sudah Putus di terjang air banjir,” paparnya.<br /><br />Tata meminta, agar pemerintah bertindak cepat. Situasi banjir yang terjadi saat ini bukanlah banjir biasa, ini sudah banjir luar biasa yang ketinggian airnya sudah cukup dalam, bahkan menenggelamkan sejumlah rumah warga.<br /><br />Sementar itu, Camat Nanga Pinoh, Rusyanti Fitria, S, Hut mengatakan, pihkny jug sudah mulai memonitor di Nanga Pinoh. Takutnya banjir yang terjadi di perhuluan Sungai Pinoh, membuat sungai meluap dan merambah ke Nanga Pinoh. <br /><br />Sementara itu, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin yang beraal dari Okan meminta Pemerintah khususnya instansi terkait, untuk sigap dan siap serta selalu mentau kondisi banjir di daerah Sungai Pinoh. <br /><br />"Jika memang memerlukan bantuan, segera salurkan. Ini menyangkut keejahteraan warga. Dimana dengan kondisi banjir membuat perekonomian mayarakat lumpuh," paparnya. <br /><br />"Untuk itu, warga yang pemukimannya berada di pingir sungai agar waspada. Jangan ampai lengah yang membuat benda-bend didalam rumah terendam saat banjir. Kami juga kan terus memonitoring untuk di wilayah Nanga Pinoh," pungkasnya. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.