Sejumlah Desa di Kelam Permai Belum Menikmati Jaringan Telepon Seluler

SINTANG – Warga di sejumlah desa di Kecamatan Kelam permai berharap dibangun jaringan telpon seluler. pasalnya dengan belum adanya jaringan membuat beberapa desa itu terisolasir akses telekomunikasi.

Kepala desa Nanga Lebang Syafarudin mengungkapkan, bahwa selama ini sangat kesulitan sekali berkomunikasi, karena tidak ada jaringan. Menurutnya pemerintah desa setempat sudah mengajukan usulan ke pemerintah, namun hinggi kini belum mendapatkan respon terkait pemasangan tower di daerah tersebut.

“Sudah kita sampaikan usulan kepada pemerintah daerah bahkan sampai ke pemerintah propinsi, tapi belum ada jawaban,”kata Safarudin belum lama ini.

Menurut Syafarudin pengusulan supaya Nanga Lebang terbebas blankspot sudah menjadi perjuangan sejak lama. Berbagai upaya dilakukan dan terus menerus. Pasalnya desa yang berada di balik Bukit Kelam dengan posisi ditepian sungai Kapuas ini, tidak terlalu jauh jaraknya dengan ibukota kabupaten Sintang.

“Jaringan seluler sudah lama kami harapkan. Kalau sekarang desa Nanga Lebang masih blankspot. Tidak ada signal seluler,”jelsnya.

Ia mengatakan salah satu provider perusahaan telekomunikasi sudah datang survei ke desanya. Hanya saja disebutkan pada September atau Oktober mendatang baru mencari titik yang kuat jangkauan signal. Sementara pembangunan towernya belum diketahui pasti. Begitu pula kapan Nanga Lebang bisa terbebas blankspot.

Ia berharap pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat Nanga Lebang. Akses jalan dengan jembatan juga dibutuhkan dalam membangun kelancaran akses transportasi bagi masyarakat setempat. Infrastruktur tersebut menyertai akan harapan masyarakat bisa terbebas dari blankspot.

Terpisah ketua DPRD Sintang Jeffray Edward berharap pemerintah segera merespon usulan masyarakat di desa nanga lebang. Hal tersebut dipandang perlu sebab daerah yng berpenduduk 1300 jiwa tersebut sangat mendambankan jaringan seluler.

“Saya berharap usulan yang disampaikan oleh warga desa nanga lebang bisa diakomodir supaya masyarakat juga mendapatkan hak yang sama akan jaringan telekomunikasi,”jelasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini meminta, pemilik provider memperkuat sinyal jaringan agar wilayah pelosok dapat merasakan layanan yang sama dengan kota. Bila perlu, sebutnya, untuk akses internet juga dapat dilakukan dengan hanya menggunakan handphone.

“Dampak komunikasi sangat penting bagi warga mengingat saat ini semua serba canggih. Dengan jaringan cepat dan tidak pernah mengalami gangguan, mereka sebagai penikmat jaringan merasakan dampak positif,”jelasnya.

Akses informasi itu, menurutnya, membantu warga yang secara tidak langsung menjalin silaturahmi dengan para sanak saudaranya.

“Kita ketahui bersama jaringan seluler itu adalah kebutuhan sekarang. Mudah-mudahan pemilik provider melakukan pembenahan memperluas jaringan agar juga bisa ikut dirasakan khususnya warga di Nang Lebang secara merata,” tukasnya. (Okt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.