Sekadau Mulai di Selimuti Kabut Asap

Hampir sepekan cuaca di Ibukota Kabupaten Sekadau mulai tak bersahabat. Kabut asap mulai membatasi pandangan mata, tak pelak sejumlah warga merasakan adanya ganguan pada pernafasan. <p style="text-align: justify;">“Dari kemarin tenggorokan saya panas, hidung juga meler. Bisa jadi pengaruh cuaca,” ujar Dian, warga Kota Sekadau saat di sambangi Kamis, (06/02/2014).<br /><br />Disamping itu dalam berkendaraan, dituturkan Dian, jarak pandang juga mulai terbatasi oleh kabut asap yang sejak dua hari terakhir mengepung Kota Sekadau. Meski demikian tak separah yang dirasakan warga Kota Pontianak.<br /><br />“Saudara saya di Pontianak bilang kalau disana sudah parah, jarak pandang sudah dalam hitungan belasan meter dan pengaruh asap terhadap kesahatan sudah sangat terasa,” paparnya.<br /><br />Dian berharap dalam beberapa hari kedepan adanya hujan untuk mengurangi ketebalan asap. “Sudah hampir tiga minggu tidak ada hujan,” tukas dia.<br /><br />Pantauan di lapangan sejak Kamis pagi, sejumlah pengendara kendaraan roda dua dalam Kota Sekadau mulai mengenakan masker yang dapat diperoleh di apotik. Masker itu untuk melindungi hidung dan mulut agar tidak menghirup udara tak segar dan asap berkendaraan.<br /><br />Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, Wirdan Mahzumi, mengatakan, untuk memastikan kondisi polusi dari tingkat baik sampai membahyakan kesehatan, mestinya dideteksi terlebih dahulu kepekatan debu abu yang terkandung dalam kabut asap saat ini. <br /><br />Di sisi lain, Wirdan mengakui kabut asa rawan menimbulkan bahaya terutama saat mengendara kendaran. Sebab, jarak pandang hanya 20-30 meter, tentu rawan terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, untuk menghindari penyebab terjadinya gangguan pernapasa, Wirdan menyarankan agar warga menggunakan masker saat berkendaraa roda dua.<br /><br />“Agar aman, memakai kendaraan roda dua menyalakan lampu siang hari. Untuk tidak terkontaminasi dengan asap saat berkendara, terutama pengendara roda dua, sebaiknya menggunakan masker,” sarannya.<br /><br />Guna mengurangi debu dan asap dilingkungan masing-masing, Wirdan menyarakan agar warga menyirami halaman rumah-rumah pada siang hari. Selain itu juga diminta kepada pihak pemadam kebakaran untuk membasahi jalan degan air.<br /><br />“Yang utama guna tidak menambah parahya kondisi ini, masyarakat jagan membakar lahan sembarangan,” pungkas Wirdan.<br /><br />Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Sekadau menyatakan, sampai dengan hari Kamis, berdasarkan pantauan satelit, tidak didapati adanya titik hot spot yang menjadi penyebap timbulnya asap di Kabupaten Sekadau. Diperkirakan asap yang melanda Sekadau adalah kiriman di luar Kalbar dan Kota Pontianak. <strong>(Bgs/das) </strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.