Sekolah Satu Atap SMP 5 Kelam Permai Terbengkalai

Kepala Desa Bengkuang, Kecamatan Kelam Permai mengeluhkan proyek bangunan ruang kelas satu atap SMP 5 Kelam Permai yang tak kunjung selesai. Padahal, proyek tersebut sudah dilaksanakan sejak tahun 2011 lalu. <p style="text-align: justify;">“Yang saya sesalkan, bangunan ini hampir tiga tahun tidak selesai-selesai. Hingga sekarang masih terbengkalai,” keluh Dimanto saat mendampingi Bupati Sintang, Drs. Milton Crosby, M.Si  meninjau bangunan sekolah, Kamis (28/11/2013) kemarin<br /><br />Ia mengatakan, keluhan tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, bahkan salah pegawainya sudah melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang terbengkalai itu. <br />“Pihak dari dinas pernah mengecek, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan lagi, saya juga tak faham kenapa sekolah ini dibiarkan seperti itu,” katanya.<br /><br />Dulu, kata dia, pasca laporan ke Dinas Pendidikan, pihak kontraktor pelaksana sempat melakukan perbaikan ulang. “Tapi hasil perbaikan ulang yang dilakukan juga mengecewakan,” ucapnya seraya menyebutkan anggaran pembangunan dua lokal bangunan sekolah jauh sekitar Rp 150 juta.<br /><br />Selain mengeluhkan bangunan sekolah yang terbengkalai, Dimanto juga mempertanyakan tidak adanya meja dan kursi serta sarana pendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah itu. “Karena meja dan kursinya tidak ada, pihak sekolah terpaksa pinjam ke Sekolah Dasar (SD) 4 Bengkuang,” bebernya.<br /><br />Bupati Sintang, Milton Crosby menyesalkan tidak optimalnya pembangunan dua lokal bangunan kelas jauh SMP 5 Kelam Permai di Bengkuang. Ia berharap kejadian yang sama tidak terulang lagi kedepan. “Cukup bangunan saja yang seperti itu,  kedepan jangan ada lagi proyek seperti ini,” ucap dia.<br /><br />Ketika ditanya soal kemungkinan dianggarkan lagi pembangunan kelas jauh yang dikeluhkan, Milton menyebut hal tersebut tak bisa dilakukan. “Mungkin hanya bisa berupa bantuan sekitar Rp 20-Rp 25 juta,” katanya. “Mengenai meja kursi belajar yang tidak ada, seharusnya sudah dilengkapi pada tahun ini,” sambung dia.<br /><br />Ia juga meminta Dinas Pendidikan peka menyikapi keluhan warga, mengingat salah seorang staf sudah mengecek langsung bangunan yang dikeluhkan masyarakat. “Saya minta proyek ini diselesaikan, apalagi rakyat sudah berteriak,” tukasnya.<strong>(das/Rzl)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.