Sembilan Desa di Melawi Akan Gelar Pilkades Tahun 2018

MELAWI, (Kalimantan-News) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Melawi, Junaidi mengatakan Pada tahun 2018 ini, Melawi kembali akan melakukan pemilihan kepala Desa serentak. Pelaksannnya diperkirakan setelah pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar.

Ia mengatakan, jumlah desa yang akan mengikuti Pilkades ada sembilan desa. Desa-desa tersebut tersebar dibeberapa kecamatan di Melawi. “Pelaksanannya kemungkinan satu atau dua bulan setelah Pilkada Gubernur Kalbar. Atau sekitar bulan Julia tau Agustus,” ungkapnya, kemarin.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, desa-desa yang melaksanakan pemilihan Kades tersebut merupakan desa-desa yang masa jabatan Kadesnya berakhir pada tahun 2018 ini. Setelah tahun 2018, pemilihan Kades akan dilaksanakan lagi pada tahun 2020, karena untuk pemilihan Kades hanya tiga kali dalam satu periode atau dalam jangka waktu enam tahun. “Jadi bagi desa-desa yang jabatan Kadesnya berakhir pada tahun 2019, pemilihan Kadesnya akan digabungkan dengan pemilihan Kades pada tahun 2020 mentang,” ujarnya.

Untuk pemilihan Kades tahun ini, kata Junaidi, sistim pemilihannya sama dengan pemilihan Kades tahun 2016. Dimana anggaran untuk pemilihan Kades ditanggung oleh APBD Kabupaten Melawi.

“Untuk pemilihan Kades tahun ini, sebenarnya telah dialokasikan di APBD Kabupaten Melawi untuk sepuluh desa. Berhubung ada satu desa tidak melalui proses pemilihan, maka hanya sembilan desa yang melakukan pemilihan Kades,” tuturnya.

Junaidi, menyampaikan pada bulan Februari 2018 tahapan penmilihan Kades ini sudah mulai berjalan. Karena itu dia berikan imbauan kepada masyarakat yang ingin mencalonkan diri dan maju pada pemilihan Kades mendatang supaya mempersiapkan diri dan mempersiapkan semua persyaratan yang harus dipenuhi. “Pemerintah Desa juga harus mempersiapkan panitia pemilihan ditingkat desa,” ucapnya.

Dia juga berharap kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kampanye hitam. Karena bagaimanapun siapapun yang terpilih menjadi Kades akan menentukan nasib desa itu selama enam tahun kedepan. “Jadi pilihlah Kades yang berkualitas, memiliki SDM yang memadai, serta mampu membangun desa,” pungkasnya. (Edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.