Semua Kecamatan Di Sintang Miliki Persoalan Sama

Menyikapi penilaian beberapa pihak yang mengatakan Bupati Sintang tidak mampu mengurus kawasan perbatasan, Ayub, warga Desa Umin Kecamatan Dedai memberikan penilaian berbeda. <p style="text-align: justify;">“Saya menyesalkan pernyataan itu karena saya nilai bupati sudah sangat berhasil dan mampu melaksanakan pemerataan pembangunan, terpilihnya kembali menjadi bupati adalah salah satu bukti,” kata Ayub kepada wartawan, Minggu (8/5) di Sintang.<br /><br />Ia menilai yang tidak mampu sebenarnya adalah dukungan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di Kabupaten Sintang dengan wilayah yang luas.<br /><br />“Anggaran kita yang sebenarnya tidak mampu mencover seluruh rencana kegiatan pembangunan dikabupaten ini,” kata dia.<br /><br />Ia mencotohkan jika melihat kebutuhan pembangunan yang direncanakan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa waktu lalu, kebutuhan anggaran pembangunan bisa mencapai Rp 5 triliun.<br /><br />“Tetapi nilai APBD kita tidak lebih dari Rp 900 miliar, setengah dari usulan kebutuhan pembangunan saja tidak sampai, artinya sangat banyak kebutuhan pembangunan kita yang masih belum tercover dan dana yang ada harus dibagi merata ke semua daerah,” tukasnya.<br /><br />Pelaku usaha Sintang yang juga politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Alfredo menambahkan kalau persoalan Kabupaten Sintang ini bukan hanya persoalan perbatasan saja.<br /><br />“Seluruh kecamatan di Sintang ini memiliki persoalan yang sama yaitu keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, sarana dan prasarana sekolah maupun kesehatan,” jelasnya.<br /><br />Ia menilai apa yang telah dilakukan Bupati Sintang dengan membagikan dana secara merata baik dari APBD maupun APBN ke semua kecamatan adalah langkah yang tepat.<br /><br />“Kecuali ketika nomenklatur anggaran itu menyebutkan dana untuk perbatasan, itu memang tidak bisa dialihkan ke kawasan lainnya,” imbuhnya.<br /><br />selama masih dengan tema dana untuk infrastruktur dan tidak menyebutkan khusus perbatasan, ia mengatakan sah-sah saja dana itu disebar merata ke semua kecamatan.<br /><br />“Karena Sintang bukan hanya perbatasan, ada 14 kecamatan di kabupaten ini termasuk perbatasan yang memiliki akar persoalan sama terkait kebutuhan pembangunan,” tukasnya.<br /><br />Ia mensinyalir apa yang dilakukan beberapa oknum warga Sintang belakangan ini hanya untuk mencari sensasi dan popularitas pribadi belaka dengan mengatasnamakan masyarakat perbatasan padahal tujuannya hanya untuk bargaining position.<br /><br />“Saya salut dan bangga dengan cara Milton menyikapi penilaian dan tudingan miring kepadanya dengan senyum dan santai serta tidak terpancing emosinya,” kata dia.<br /><br />Ini menurutnya menunjukkan kepada masyarakat Sintang khususnya dan Kalbar pada umumnya kualitas kepemimpinan seorang Milton dalam menghadapi sebuah persoalan.<br /><br />“Tentunya kita berharap masyarakat Sintan bisa melihat persoalan yang terjadi akhir-akhir ini dengan jernih dan tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam masyarakat,” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.