Seno Gumira : Wartawan Indonesia Minim Tulisan Investigasi

Penulis Seno Gumira Ajidarma mengatakan, tulisan mengenai investigasi masih minim dihasilkan oleh wartawan Indonesia padahal karya tulis tersebut berfungsi sebagai pemantau kekuasaan dan penyedia informasi mendalam bagi masyarakat. <p style="text-align: justify;">"Ini merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi dunia pers kita. Karena justru melalui tulisan investigasi berkualitaslah media dapat benar-benar menjalankan perannya sebagai pemantau kekuasaan dan penyedia informasi mendalam bagi masyarakat," kata Seno Gumira Ajidarma saat Lokakarya "Kode Etik Jurnalistik untuk Jurnalisme Investigasi" di Pontianak, Kamis.<br /><br />Menurut dia, untuk mendorong tumbuhnya tulisan-tulisan investigasi, adanya berbagai kegiatan seperti Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) cukup tepat.<br /><br />"Karena mendorong tumbuhnya tulisan investigasi, baik melalui penyelenggaraan rangkaian pelatihan maupun penghargaan khusus," kata dia.<br /><br />Jurnalisme investigasi merupakan karya jurnalistik yang bertujuan untuk memberi informasi mendalam kepada publik melalui rincian fakta dan analisa terhadap suatu fenomena atau kejadian.<br /><br />Tulisan itu dibuat berdasarkan upaya investigasi mendalam dengan melibatkan berbagai sumber informasi yang tak jarang membahayakan nyawa jurnalis yang bersangkutan.<br /><br />Jurnalisme investigasi sempat mengalami masa kejayaan di tanah air. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, karya jurnalisme investigasi menurun jumlahnya, antara lain karena kurang lengkapnya data dalam pembuatan karya jurnalistik investigasi tersebut maupun kemungkinan adanya tindakan represif terhadap media yang menulis karya bersifat investigasi.<br /><br />Lokakarya itu sendiri merupakan kerja sama antara AAS dengan Dewan Pers. Rencananya, kegiatan serupa akan digelar di empat kota lain yakni Surabaya, Makasar, Palembang, dan Ambon.<br /><br />Niken Rachmad, salah satu juri AAS yang hadir di lokakarya mengatakan, kegiatan itu untuk meningkatkan pengetahuan para jurnalis untuk mampu membuat karya jurnalistik investigasi berkualitas.<br /><br />"Tahun ini kami bekerja sama dengan Dewan Pers karena kami melihat Dewan Pers merupakan lembaga yang memiliki visi dan misi yang sama dengan AAS dalam mendorong kualitas jurnalistik di tanah air," kata Niken Rachmad yang mewakili PT HM Sampoerna.<br /><br />Ia berharap, lokakarya itu dapat memberikan pembelajaran yang positif bagi para wartawan di daerah untuk mampu bersaing secara profesional dan berkualitas dengan wartawan lainnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.