Seribu Pedagang Indonesia Berjualan di Malaysia

Bupati Sanggau Ir Setiman H Sudin mengatakan, hingga tahun 2011 ini masih ada sekitar seribu orang warga Indonesia yang berjualan secara illegal di wilayah Serikin negara Bagian Serawak Malayasia Timur. Mereka sudah berjualan sejak sekitar tahun 1998 yang lalu karena hingga kini belum ada perhatian pemerintah yang bisa mengembalikan mereka untuk kembali berjualan di Indonesia khususnya Entikong. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut diungkapkan bupati Setiman H Sudin ketika ekspos kondisi PLB Entikong dihadapan menteri dalam negeri yang juga ketua Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Gamawan Fauzi, saat berkunjung ke Entikong pada Rabu (01/06/2011). Dirinya menyatakan pemerintah sudah beberapa kali merayu para pedagang tersebut agar mau kembali berjualan di Indonesia hanya saja hingga kini belum berhasil.<br /><br />“Sekitar tahun 2005 yang lalu presiden SBY pernah menjanjikan menyiapkan fasilitas agar mereka para pedagang mau kembali ke Indonesia. Tapi sampai sekarang janji tersebut belum terpenuhi, mereka tetap berjualan di wilayah Serikin. Meskipun mereka menyadari bahwa mereka sedang berjualan secara illegal,” tandas Setiman.<br /><br />Seribu orang pedagang yang hingga kini masih berjualan di wilayah Serikin Malaysia Timur tersebut diceritakan Setiman, bermula ketika awal operasional PLB Entikong pada tahun 1998. Karena sebelumnya mereka berjualan di sekitar PLB Entikong, karena tidak diijinkan berjualan oleh Bea Cukai Entikong maka mereka memilih berjualan di negara tetangga tersebut.<br /><br />“Untuk setiap berjualan di Serikin, para pedagang kita tersebut ditarik pajak oleh pihak Serikin masing-masing 200 RM setiap pedagang.  Namun mereka tetap berjualan karena pemerintah setempat memberikan fasilitas yang menyenangkan bagi mereka. Terutama keamanan yang sulit mereka dapatkan ketika di Indonesia,” katanya.<br /><br />Sementara menteri dalam negeri Gamawan Fauzi secara terpisah mengatakan, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar para pedagang tersebut mau kembali ke Indonesia. Dan dengan pembangunan intensif di wilayah Entikong maka dirinya merasa yakin mereka akan mau kembali ke Indonesia. <strong>(phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.