Sumbangkan Sepatu Untuk Siswa-siswi SD, Ternyata Ini Pekerjaannya

SINTANG, (kalimantan-news.com) – Wajah ceria dan bahagia terpancar dari raut wajah siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Matai dusun Matai, desa Padung Kumang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang Kalbar saat menerima bantuan sepatu dari Susi Herawati Husein (42) yang di serahkan melaui Kepala sekolah SDN Matai, Rabu (23/7/2019).

Kepsek SDN Matai, Aiman menuturkan, puluhan siswa-siswi SD yang menerima bantuan sepatu tersebut tampak sangat gembira, karna mereka selama masuk sekolah, ada yang belum pernah pergi ke sekolah menggunakan sepatu atau pergi bertelanjang kaki.

“Sumbangan Ibu Susi sangatlah besar nilai nya bagi kami yang jauh di pedalaman. Kalau orangtua siswa-siswi punya duit pun sulit untuk mendapatkan sepatu, karna harus menempuh perjalanan satu hari baru bisa tembus ke ibukota kecamatan tempat yang ada berjualan sepatu. Oleh karna hal tersebut, kami pihak sekolah tidak mewajibkan siswa untuk menggunakan sepatu,” kata Aiman.

Ia melanjutkan, bisa saja lewat pihak sekolah beli sepatu, tapi kami tidak mau membebani orangtua murid. Yang penting bagi kami dewan guru mereka, anak-anak tetap bisa belajar, walaupun tanpa sepatu dan sandal,” pungkasnya.

Atas sumbangsih ibu Susi kepada murid yang membutuhkan, Aiman beserta dewan guru dan orang tua murid mengucapkan banyak terimakasih kerna telah menyisihkan rezekinya diperuntukan buat membantu siswa-siswi SDN Matai.

Siman, tokoh masyarakat setempat sangat berterimakasih atas bantuan dari ibu Susi pada siswa-siswi SDN Matai. Semoga akan banyak lagi Susi-Susi lainnya yang rela menyisihkan sebagian rezekinya buat anak-anak kami yang bersekolah dengan pakaian tidak seragam dipedalaman Sintang,” tuturnya singkat.

Di tempat terpisah, Susi Herawati saat di hubungi wartawan media ini melaui telepon selulernya mengatakan, dia merasa prihatin melihat di media sosial, tentang siswa-siswi SDN Matai yang pergi ke sekolah tanpa alas kaki.

“Saya merasa prihatin melihat anak-anak SD berangkat sekolah tanpa alas kaki, saya sisihkan rezeki agar bisa membantu mereka. Alhamdulillah, terwujud niat saya untuk membantu anak-anak, “tutur Susi.

Menurut penelusuran media ini, ternyata seorang pahlawan untuk anak bangsa (Susi Herawati) bukanlah seorang pengusaha sukses atau seorang pejabat di Kabupaten Sintang, melainkan seorang ibu rumah tangga yang hanya berjualan es cendol dan dia juga sebagai bapak bagi anak -anaknya.

“Saya tidak mau di umbar jika menyumbang. Ibarat pepatah mengatakan, kalau tangan kanan memberi jangan sampai tangan kiri tau. Itu pribahasanya,” kata ibu yang sudah mempunyai 2 anak dan tidak mau ditampilkan saat menyerahkan sumbangan darinya. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.