Sutarmidji Ajak Masyarakat Berperan Tekan Harga Sembako

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengajak warga kota itu, untuk ikut berperan dalam menekan harga sembako dengan tidak membeli berbagai kebutuhan pokok itu dalam jumlah banyak. <p style="text-align: justify;"><br />"Dalam menghadapi bulan Ramadhan, masyarakat tidak perlu banyak membeli berbagai kebutuhan pokok, karena pada siang harinya umat Muslim malah tidak makan dan minum," kata Sutarmidji di Pontianak, Rabu.<br /><br />Tetapi, kenyataan di lapangan sepanjang bulan Ramadhan, malah pengeluaran sebagian besar masyarakat meningkat dibanding hari biasanya. "Mari mulai sekarang, kita menerapkan hidup hemat, dengan membeli berbagai kebutuhan pokok atau lainnya, dengan seperlunya saja," katanya.<br /><br />Menurut Sutarmidji, Hari Raya Idul Fitri, tidak mesti berpakaian yang mewah dan mahal. Begitu pula dalam menyediakan kue-kue kering khususnya supaya tidak berlebih-lebihan, agar tidak melakukan pemborosan.<br /><br />Dengan pola hidup hemat, yakni dengan membeli berbagai kebutuhan pokok, termasuk keperluan dalam membuat kue, baik kue kering dan basah dalam jumlah yang tepat atau tidak berlebih, maka juga ikut berperan dalam mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok, sehingga juga berpartisipasi dalam menekan laju inflasi.<br /><br />Pemkot Pontianak akan segera merealisasikan bantuan-bantuan untuk para guru ngaji, petugas fardhu kifayah dan bantuan beras cadangan dalam rangka menjaga stabilisasi harga, katanya.<br /><br />"Bagi masyarakat yang tidak mampu, raskin kemungkinan akan dikeluarkan secepatnya, cadangan pangan Pemkot untuk warga tidak mampu yang sudah terdata akan kita keluarkan, dana-dana lain berupa insentif untuk warga tidak mampu juga akan kita keluarkan," ujarnya.<br /><br />Sutarmidji juga menganjurkan zakat sebaiknya dibayar dengan uang tunai ketimbang dengan beras. Selain supaya tidak mengganggu harga beras di pasaran, karena kalau zakat dibayar dengan beras akan berdampak pada kenaikan harga beras karena akan memicu peningkatan kebutuhan pokok tersebut.<br /><br />"Selain itu, pembayaran zakat berupa uang lebih bermanfaat bagi yang berhak menerimanya," ungkapnya.<br /><br />Menurut dia, Badan Amil Zakat di masjid masing-masing juga sudah paham cara penghitungannya kalau pembayaran zakat menggunakan uang, yakni sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi pembayar zakat. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.