Tabalong Targetkan Produksi Perikanan 9.764 Ton

Kementrian Kelautan dan Perikanan menetapkan target produksi perikanan di Tabalong, Kalimantan Selatan tahun ini sebesar 9.764 ton lebih besar dibanding 2011 yang hanya 6.203 ton. <p style="text-align: justify;">Kepala seksi budidaya perikanan, Dinas tanaman pangan, peternakan dan perikanan (Distanakkan) Tabalong, Rahmani mengatakan target yang ditetapkan oleh pusat sebenarnya cukup berat mengingat realisasi produksi tahun lalu saja hanya 4.703 ton.<br /><br />"Target produksi perikanan yang ditetapkan pusat untuk 2012 memang cukup besar, sedangkan realisasi produksi tahun lalu hanya 4.703 ton dari target sebesar 6.203 ton," jelas Rahmani, Jumat di Tanjung, ibukota Tabalong.<br /><br />Untuk bisa memenuhi target produksi baik untuk ikan keramba dan kolam perlu dilakukan ektensifikasi atau perluasan lahan budidaya perikanan.<br /><br />Saat ini saja luas lahan untuk budidaya ikan kolam hanya 54 hektare dengan jumlah keramba sekitar 3.000 buah.<br /><br />Produksi ikan kolam dan keramba saja pada 2011 masih belum memenuhi target masing-masing 2/702 ton dan 1.973 ton per sedangkan minapadi hanya 27,5 ton.<br /><br />"Kegiatan ekstensifikasi atau perluasan lahan budidaya perikanan memang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan produksi mengingat lahan yang ada sangat terbatas baik untuk ikan kolam maupun keramba," tambah Rahmani.<br /><br />Sementara itu penambahan 308 unit kolam ikan di tiga kecamatan yakni Murung Pudak dan Tantayang dilaksanakan tahun lalu ujar Rahmani belum bisa dimanfaatkan karena belum rampung 100 persen.<br /><br />Penambahan 308 kolam yang menelan dana sekitar Rp3 miliar dari kementerian perikanan dan kelautan terdiri atas 30 unit kolam di kecamatan Tanta dan 238 unit di Kecamatan Murung Pudak.<br /><br />Selain itu Distanakkan juga telah mengembangan budidaya ikan kolam terpal untuk jenis ikan lele dan papuyu sebanyak 100 unit.<br /><br />"Rencananya tahun ini kita juga mengembangan 100 unit kolam terpal untuk pengembangan produksi ikan lele dan papuyu," ujar Rahmani.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.