Tak Punya Cukup Biaya, Zakiarta Hanya Menjalani Pengobatan Ala Kadarnya

MELAWI-Masih ingatkan dengan Zaki rta, Bocah yang duluya berusia berusia 2 tahun yang dulu sempat ddiagnosa adanya pengumpalan darah di bagian kelopak mata kiri hingga dilakukan operasi peyedotan cairan darah dimatanya di Rumah sakit Sintang, kini penderitaan Zakiarta semakin parah. Anak dari pasangan Madi dan Fitri yang kini sudah berusia 3,8 tahun ini ternyata mengidap tumor dibagian mata kirinya. Hal itu disampaikan orangtuanya, Mady Ariansyah (22).
Madi mengatakan, kini karena keadaan ekonomi yang pas-pasan, Zakiarta hanya dirawat dengan pengobatan alterbatif seperti pengobatan kampung. Dengan obat-obatan herbal dedaunan. “Kami sudah kehabisan biaya, bahkan rumah orangtua saya sudah dijual untuk pengobatan cucunya yakni anak saya,” kata Madi di temui, Kamis (13/6).
Ia menceritakan kembali kronologis awal mula anaknya terkena penyakit mata tersebut. Awalnya karena measukan binatang kecil, namun karena gatal-gatal, anaknya keseringan menggosok matanya, sehingga mulai memerah.
“Kami mengira hanya karena iritasi. Namun lama kelamaan bagian hitam di kelopak mata anak saya menjadi merah hati dan terjadi pembengkakan. Ketika ditanya, Ia mengaku sudah tidak melihat lagi. karena itu kami lansung membawanya ke rumah sakit di Melawi, namun tak bisa menanganinya sehingga harus dibawa ke rumah sakit Sintang untuk dilakukan operasi penyedotan caran darah didalamnya,” jelas Madi.


Zakiarta yang menderita tumor dibagian mata kirinya kini berada di kediaman kakeknya di Desa Paal–Istimewa

Ternyata, operasi penyedotan cairan nanah dan darah itu tak mengakhiri penderitaan Zaki. Sehingga Ia terpaksa harus di rujuk ke Soedarso Pontianak. Namun disanapun tak bisa berbuat dan tidak mampu menanganinya, sehingga Zakiarta hanya diberikan surat rujuk ke rumah sakit di Jakarta.
“Disana, ketika dokter memerikanya, dilakukan cityscan, dan didiagnosa terkena tumor. Dokterpun tak berani mengambil tindakan lain, bahkan tak memberi obat. Hanya memberikan surat rujukan ke rumah sakit di Jakarta. Mendengar penjelasan dokter tersebut, kami lansung down, dan hanya pasrah,” ucapnya.
Madi mengaku down dan lemah semangat udai mendengar penjelasan dokter tersebut karena anaknya dirujuk ke Jakarta harus dilakukan kemotrapi. Dimana tentunya akan memerlukan biaya yang sangat besar. Sementara dirinya hanyalah seorang pekerja swasta di salah satu rumah makan di Melawi. Gaji yang Ia dapatkan hanya cukup untuk memneuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Sementara Istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga.
“Sehingga kami memutuskan untuk membawa Zaki pulang dan merawatnya hanya dengan pengobatan kampung. Namun melihat kondisi mata anaknya semakin hari semakin membesar bahkan terdapat gumpalan darah seperti kelopak mata yang keluar,” katanya.
Mendengar kondisi anak pria yang berasal dari Desa Paal tersebut, remaja Masjid As-Shobirin mulai memikirkan solusinya sehingga meminta izin kepada kedua orangtua untuk melakukan penggalangan untuk anaknya. “Kami berobat menggunakan BPJS. Namun untuk biaya selama disana kami yang tidak mampu. Sehingga saya memberikan izin kepada remaja masjid dan teman-teman lainnya untuk menggalang dana, agar pengobatan anak saya secara medis bisa kembali dilakukan,” ucapnya.
Taufik, salah satu remaja Masjid As-Shobirin mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan penggalangan bersama-sama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan lainnya, agar dana yang terkumpul nantinya cukup untuk memerangkatkan dan membiayai selama pengobatan Zaki di Jakarta.
“Jumat kami sudah mulai bergerak dengan meletakan atau menitipkan kotak-kotak penggalangan di Masjid-masjid, serta meminta sumbangan dari para warga secara door to door. Kemudian Senin nanti kami akan turun ke lapangan melakukan penggalangan di sejumlah titik seperti daerah traffick light tugu Juang dan Tugu Naruto,” jelasnya.
Taufik mengatakan, jika ada yang ingin menyumbangkan sebagian hartanya untuk membantu adinda Zakiarta, bisa menghubungi dirinya dengan nomor HP, 082151035597, Aris dengan nomor Hp 085245968989, Orangtua Zaki bernama Madi Madi dengan nomor Hp 085849641796 dan Wawan dengan nomor Hp 085350448870. “Kami siap menjemput bantuan, dan setiap bantuan yang diberikan akan kami data serta salurkan dengan bukti, sebagai pertaanggungjawaban kami nantinya,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.