Tangkal Radikalisme, Camat Minta Seluruh Elemen Bekerjasama

Menyadari wilayahnya menjadi tempat tujuan banyak orang untuk bekerja dan berusaha, Camat Sintang Ana Prihantina melalui Sekretaris Camat Sulaiman berharap agar Kecamatan Sintang mampu menangkal radialisme guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Sintang. <p style="text-align: justify;">Guna menangkal radikalisme tersebut, Camat Sintang harus didukung lurah, kepala desa, Kepala Dusun dan Ketua Rukun Tetangga se Kecamatan Sintang. <br /><br />“Untuk itu kita mengumpul seluruh lurah, kepala desa, kepala dusun, dan ketua RT untuk berkumpul hari dalam rangka menyamakan persepsi untuk menangkal radikalisme”terang Sulaiman Ketua Panitia Rapat Kerja Camat Sintang dengan jajarannya di Aula Abdi Praja Kecamatan Sintang pada Kamis, (31/3/2016).<br /><br />Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnaen Asisten Administrasi Umum Setda Sintang Mewakili Wakil Bupati Sintang memberikan pengarahan umum kepada kepala desa, lurah, kepala dusun dan Ketua RT se Kecamatan Sintang. <br /><br />“kenali ciri seseorang menganut faham radikal yakni mendasarkan diri pada nilai-nilai tertentu yang bertujuan melakukan perubahan cepat, menggunkaan cara kekerasan (violence), klaim Kebenaran mutlak bagi kelompoknya, berpadangan bahwa pihak lain salah dan sesat, dan merasa punya otoritas memaksa dan menghakimi orang atau kelompok yang berbeda pemahamannya” pinta Zulkarnaen. <br /><br />“radikalisme berbahaya karena ingin menggugat dan mengganti ideologi negara, menebar permusuhan dan memicu instabilitas sosial, menolak kemapanan sosial dan keberhasilan pembangunan, membenci pemerintahan yang sah dan legitimate, menawarkan cara berpikir dan bertindak baru yang baru yang belum tentu baik dan bermanfaat” tambah Zulkarnaen.<br /><br />Zulkarnaen menambahkan bahwa pola penyebaran radikalisme dengan cara menyusup dalam organisasi kemasyarakatan atau kelompok tertentu, memanfaatkan kegiatannya dalam ranah agama dan keyakinan, membangun jaringan yang tertutup dan tersembunyi, selalu melakukan propaganda yang melihat sisi negatif yang dilakukan pemerintah dan negara.<br /><br />cara mencegah radikalisme adalah dengan melakukan pemantauan dan pendataan ormas/kelompok masyarakat, melakukan pengawasan terpadu, mencegah munculnya ormas/kelompok masyarakat yang berpotensi menganggu kantibmas, meningkatkan peran KOMINDA sebagai upaya efektifnya deteksi dini keberadaan ormas yang bermasalah, memperkuat peran berbagai forum kemasyarakatan yang ada, melaksanakan agenda deradikalisasi di masyarakat.  <br /><br />Salah satu narasumber dalam raker tersebut, Kurniawan Kabag Humas dan Protokol Setda Sintang memaparkan konsep radikalisme dan solusi pencegahannya. <br /><br />“penyebab munculnya radikalisme adalah karena ketidakadilan sosial, karena jerat kemiskinan dan tekanan ekonomi, karena ketidakpuasan publik (dissatisfaction) terhadap kebijakan pemerintah yang tidak adil terhadap rakyat kecil, dalam konteks politik, radikalisme bisa disebabkan oleh perlakuan diskriminatif penguasa terhadap kelompok tertentu seperti bisa berupa tidak diakomodasinya aspirasi atau keinginan kelompok tersebut sehingga mengakibatkan tindakan frontal dan anarkis dan tafsir yang ekstrim terhadap ajaran agama dan ideologi tertentu.<br /><br />“cara mencegahnya adalah adanya lembaga yang kuat untuk melakukan deradikalisasi yang dilakukan dengan cara membina kelompok masyarakat baik secara formal maupun non formal dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat yang bisa dilakukan di rumah ibadah dan lembaga pendidikan serta melalui keluarga, organisasi masyarakat dan media massa” terang Kurniawan. (Hms)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.