Tersangka Judi Kolok-Kolok Berkeliaran

MELAWI – Masih ingat dengan penangkapan lima tersangka judi kolok-kolok yang terjadi 5 orang tersangka judi kolok-kolok di Dusun Kuala Belian Desa Paal Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi, yakni berinisial, Jp warga Desa Paal, HPD (33) warga Desa Kompas Raya, MI (38) warga alamat Desa Paal, AA (41) dan Drs. AH (57). Yang mana salah satu tersangka tersebut seorang ketua Koperasi mekar Sari yang katanya memiliki TPKRT di Lokasi Pasar Tradisional.

Saat ini tersangka berinisial AH yang merupakan ketua koperasi tersebut berada diluar tahanan dan berkeliaran serta sering nyantai di lokasi TPKRT di Pasar Tradisional. Hal tersebut membuat masyarakat mempertanyakannya.

“Kok salah satu tersangka judi kolok-kolok yang ditangkap sudah keluar. Kemarin mondar mandir dan santai-santai di warung depan pasar tradisional Desa Paal. Cepat benar keluarnya ya,” tanya seorang warga Desa Paal, Zulkarnaini, kemarin.

Terkait hal tersebut, Kasat reskrim Polres Melawi, AKP Syamsul Bakri saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar, saat ini tersangka AH menjaadi tahanan luar dan wajib lapor. Penangguhan yang bersangkutan dilakukan dengan alasan sakit.

“Jadi kemarin itu kan kondisi dia (tersangka AH, red) itu kan sakit, saluran kencingnya itu sumbat, sama maag nya itu akut kronis. Ada Hak tersangka didalam KUHP mengajukan penangguhan. Saya melihat karena kondisinya didalam sel itu sakit, dari pada K.O kan lebih baik berobat. Namun proses tetap berjalan,” katanya melalui via seluler.

Terkait proses, Samsul mengatakan, sampai saat ini sudah masuk tahap sau. Artinya berkas-berkas sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Sintang, dan masih dalam proses penelitian kejaksaan. Yang mana kemungkinan tidak lama lagi akan naik menjadi tahap dua dan dilimpahkan ke kejaksaan

“Kalau nanti jaksa menyimpulkan berkasnya sudah lengkap, ya lansung kita naik tahap 2 dan kita limpahkan ke sana. Ketika dilimpahkan ke Kejaksaan, maka tersangka yang dalam penangguhan ini juga harus dikirim dijemput lagi untuk dikirim ke sana,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Garuda Negara Kesatuan Republik Indonesia (Jaga-NKRI) DPC Melawi, Lilik Hidayatullah mengatakan, jika tersangka dilakukan penangguhan dengan alasan sakit. Maka seharusnya beristirahat, tidak bersantai-santai di lokasi yang menjadi tempat usahanya.

“Jadi jika dalam kondisi sakit dan harus berobat, maka harus beristirahat. Jangan bersantai-santai dilokasi yang menjadi tempat usaha TPKRT, karena bisa saja masyarakat menyimpulkan penangguhan tersebut dimanfaatkan untuk tetap menjalankan usahanya,” pungkasnya. ((Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.