Tiga Siswa Gagal Ikut UN Karena Nikah

Tiga siswa Sekolah Menengah Pertama di Palangka Raya gagal mengikuti ujian nasional (UN) karena menikah, yang berasal dari sekolah swasta. <p style="text-align: justify;">Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia menanggapi fenomena anak di bawah umur yang sudah menikah ini dengan bijak.<br /><br />"Kita tidak bisa menyalahkan mereka, karena ini merupakan persoalan sosial yang secara umum dan mungkin situasional,"kata Riban di Palangka Raya, Senin di sela-sela pantauan UN kelima sekolah.<br /><br />Untuk itu ia meminta kepada sekolah agar mendata nama dan alamat siswa yang tidak ikut ujian agar bisa diikutsertakan dalam ujian kesetaraan paket B, sehingga tidak menghilangkan haknya mendapatkan pendidikan.<br /><br />Selain itu guna mencari solusi dan mengantisipasi langkah apa yang harus diambil sehingga tidak terjadi lagi pada siswa yang lain.<br /><br />Kendati menyayangkan sikap ketiga anak ini yang memilih menikah ketimbang menyelesaikan sekolahnya, akan tetapi Pemerintah Kota tetap berupaya agar siswa ini bisa mendapatkan ijazah meski melalui ujian paket.<br /><br />"Siapa tahu mereka berniat melamar pekerjaaan di perusahaan, kalau tidak ada ijazah kan susah,"ujarnya.<br /><br />Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Palangka Raya, Ikhwanuddin mengaku prihatin dengan ketiga pelajar yang menikah ini, yang pasti berdampak bagi pendidikannya.<br /><br />"Jika ada yang terlanjut karena "kecelakaan" tetap memberikan peluang anak-anak untuk mengikuti ujian paket B,"ucapnya.<br /><br />Pada tahun ini, pihaknya menargetkan kelulusan minimal sama dengan tahun lalu yakni 96,01 persen. Namun alangkah lebih bagus lagi meningkat dibanding tahun sebelumnya baik kualitas maupun kuantitas.<br /><br />Sementara itu Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kalimantan Tengah, setiyo Hidayati memberi apresiasi kepada Pemkot yang sudah berupaya memfasilitasi anak yang sudah menikah untuk ujian paket.<br /><br />Dengan demikian tidak menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan meskipun sudah tidak sekolah lagi.<br /><br />Kapolres Palangka Raya, AKBP Nyoman Artana menjamin tidak akan terjadi kebocoron soal dan pihaknya ikut menjaga tempat penyimpanan soal dengan ketat dengan menempatkan personilnya menjaga siang dan malam.<br /><br />Ini bentuk keperdulian kami untuk menjaga pelaksanaan ujian agar dapat berjalan lancar,ujarnya.<br /><br />Dari pantauan dilima sekolah yakni SMP Muhammadiyah, SMP NU, SMPN 6, SMPN 8 dan SMP Kristen, pengawasan dilakukan begitu ketat untuk menghindari kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.<br /><br />Hanya pengawas silang dan ruangan saja yang diperbolehkan masuk dan mendekati ruang ujian.<br /><br />Peserta UN tingkat SMP sederajat sebanyak 3.491 orang. Dari data lima sekolah yang dipantau, enam siswa tidak mengikuti ujian.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.