Tiga Wilayah Di Belitang High Endemic Malaria

Kawasan 3 Belitang yakni kecamatan Belitang Hilir, Belitang dan Belitang Hulu berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau merupakan kawasan high endemic penyebaran penyakit malaria. Kawasan ini pun disebut zona merah. <p style="text-align: justify;">Data global kabupaten yang diperoleh dari Dinkes, dari total kasus positif malaria per Juli 2011 sebanyak 672 kasus positif malaria, terbanyak masih menjadi milik 3 Belitang, terutama Sei Ayak, belitang Hilir.<br /><br />Angka tersebut mengalami peningkatan cukup drastis jika dibandingkan dengan data tahun lalu. Pada 2010, total temuan secara klinis tercatat 3.554 kasus, dengan total positif 489 kasus. Tahun ini, sampai bulan juli sudah 672 kasus positif dengan data klinis 4.675 kasus.<br /><br />Menurut pengelola program pemberantasan malaria Dinkes, Fransiskus, penyebab utama banyaknya kasus malaria di 3 belitang adalah factor lingkungan. Aktivitas perusahaan perkebunan sawit dan masih maraknya penambangan emas tanpa ijin (PETI) disinyalir merupakan lokasi bersarangnya nyamuk  Anopeles betina penyebab malaria. <br /><br />“Kolam-kolam atau laguna yang dibuat perusahaan untuk sumber air di perkebunan merupakan tempat yang ideal bagi nyamuk malaria untuk berkembang biak. Demikian juga dengan kolam berisi air yang disisakan aktivitas PETI,” ungkap Frans, diruang kerjanya, kemarin.<br /><br />Sayangnya, pihak pengelola perusahaan dan PETI tidak pernah menyadari hal tersebut. Imbasnya, warga sekitar yang harus menderita.<br /><br />Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Sekadau Paulus Subarno meminta kepada perusahaan dan pengelola usaha PETI responsif terhadap efek yang ditimbulkan aktivitas mereka terhadap masyarakat. Perusahaan mesti membantu upaya yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk mencegah dan memberantas penyakit, terutama malaria.<br /><br />Menurutnya, kedatangan investor di daerah adalah untuk membantu percepatan pembangunan. Akan tetapi, bukan hanya dalam sektor fisik, melainkan merambah ke bidang kehidupan lainnya seperti peningkatan kesehatan dan SDM.<br /><br />“Perusahaan harus tanggap, jangan hanya mau untung saja. Lobang-lobang yang tidak difungsikan sebaiknya ditutup saja untuk mencegah penyebaran nyamuk malaria lebih parah lagi,” tegasnya.<strong> (phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.