Tim Ekspedisi Tidak Temukan Penyakit Aneh Di Wilayah Perbatasan

Tim ekspedisi khatulistiwa 2012 sub koorwil 5/Nunukan Kalimantan Timur selama melaksanakan pengobatan gratis di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan tidak menemukan adanya penyakit aneh yang diderita warga. <p style="text-align: justify;">"Selama kita gelar pengobatan gratis tidak ditemukan adanya penyakit aneh," kata wadan Sub Koorwil 5/Nunukan, Letkol Inf Achiruddin, di Sebatik, Rabu.<br /><br />Meskipun ada beberapa penyakit warga yang datang berobat pada kegiatan bakti soaial (baksos) yang terdeteksi, tetapi penyakit meraka masih sebatas penyakit umum dan ringan. Misalnya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), gangguan saluran percernaan (maag) dan gatal-gatal.<br /><br />Menurut Komandan Batalyon Bantuan Kopassus ini, selama berada di Kabupaten Nunukan sejak April 2012 lalu, sudah empat kali menggelar pengobatan gratis. Yaitu pertama kali di Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei Menggaris, Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, Desa Sekikilan Kecamatan Tulin Onsoi dan Kecamatan Krayan.<br /><br />Selama kegiatan itu, tenaga medis dari tim ekspedisi yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan penyakit masyarakat di wilayah perbatasan ini masih tergolong masih wajar.<br /><br />Berdasarkan data, penyakit masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan ini yang paling banyak adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan gangguan saluran percernaan (maag).<br /><br />Ini disebabkan oleh faktor lingkungan yang tidak bersih ditambah lagi oleh keadaan tempat tinggal yang berdebu. Sebab, sebagian besar warga di Kabupaten Nunukan berada di kawasan perkebunan kelapa sawit dan jalannya belum beraspal.<br /><br />Sedangkan yang mengalami gangguan saluran percernaan kemungkinan diakibatkan oleh air minum yang dikonsumsi tidak layak. Sehingga, percernaan tidak berfungsi dengan baik.<br /><br />Khusus penyakit gatal-gatal, kebanyakan ditemukan pada saat digelar pengobatan gratis di Kelurahan Tanjung Harapan. Warga di sekitar wilayah ini kebanyakan bekerja sebagai petani rumput laut. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.